Berita

Bisnis

Keharmonisan Muslim-Hindu Bali Tingkatkan Sektor Ekonomi

SELASA, 07 JANUARI 2014 | 18:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masyarakat Muslim Bali diam-diam torehkan prestasi. Mereka berhasil membuktikan diri sebagai masyarakat yang memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi di Pulau Dewata tersebut. Bahkan, sinergitas antara masyarakat Muslim dan Hindu Bali yang terjalin selama ini telah berhasil mengangkat produk unggulannya masuk ke kancah internasional.

"Hubungan yang harmonis antara muslim dan Hindu Bali pasca terjadi bom Bali telah melahirkan tekad bersama untuk membangun Pulau Dewata secara keekonomian. Banyak bukti yang bisa diungkapkan mengenai sinergitas keduanya," ungkap Pengusaha Muda yang juga Tokoh Muda Muslim Banyuwangi-Bali Romi Basarah kepada wartawan di Jakarta (Selasa, 7/1).

Contoh kongkrit yang bisa diangkat dari hasil kerjasama kedua pihak itu adalah terbangunnya kekuatan ekonomi di tingkat UMKM. Di hampir setiap Kabupaten di Bali memiliki potensi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang mayoritas pelakunya adalah muslim. Namun telah terjadi peleburan yang harmonis antara Muslim, Hindu, Kristen, Katolik serta Konfuchu.


"Kini, mereka sama-sama tengah memperjuangkan lahirnya kebijakan pemerintah dan perbankan yang mendukung sektor UMKM. Karena, walau bagaimanapun, sektor UMKM merupakan kekuatan ekonomi bangsa yang patut mendapat dukungan, baik dari pemerintah maupun dunia perbankan. Sehingga kualitas produksinya bisa memiliki daya saing di tingkat internasional," ungkap Romi.

Misalnya yang terjadi di Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Di sana, lanjut Romi, masyarakatnya mampu memproduksi rambut palsu (wig) yang telah memenuhi kebutuhan artis Hollywood. Terbukti, wig Bangli tersebut mampu menembus pasar Amerika Serikat, Jerman, Italia, dan Jepang.

Romi juga berharap agar dunia perbankan mau memberikan dukungan permodalan kepada sektor UMKM di Bali yang penuh dengan industri kreatif, karena diakui atau tidak, sektor UMKM merupakan barometer perekonomian rakyat. UMKM terbukti kebal terhadap gejolak krisis ekonomi. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya