Berita

hikmahanto/net

TNI AL Harus Fasilitasi Pencari Suaka Agar Bisa Masuk Australia

SELASA, 07 JANUARI 2014 | 15:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebanyak 45 imigran gelap asal timur tengah yang hendak ke perairan Australia didorong oleh Angkatan laut Australia untuk kembali ke perairan Indonesia dan berujung ke Ndao, NTT, pada Senin kemarin (6/1).

Tindakan AL Australia ini merupakan implementasi dari kebijakan Perdana Menteri Tony Abbott untuk menghalau para pencari suaka ke wilayah Indonesia. Bahkan mereka dilengkapi dengan berbagai peralatan keselamatan oleh AL Australia agar sampai di wilayah darat Indonesia secara selamat.

"Tindakan Australia ini tidak sesuai dengan hubungan bertetangga yang baik," kata Gurubesar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 7/1).


Indonesia, lanjut Hikmahanto, sangat dirugikan dengan kebijakan Australia ini karena Indonesia harus menanggung para pencari suaka selama mereka ada di Indonesia. Kerugian yang diderita pun tidak saja secara finansial tetapi juga secara sosial dan reputasi internasional.

Oleh karenanya, masih kata Hikmahanto, pemerintah Indonesia perlu memprotes keras tindakan AL Australia tersebut. Pemerintah Indonesia harus meminta agar pemerintah Australia turut bertanggung jawab dan tidak sekedar cuci tangan atas permasalahan pencari suaka.

"Protes keras ini didasarkan pada kenyataan para pencari suaka berkeinginan untuk ke Australia, bukan Indonesia," tegas Hikmahanto.

Bila tindakan AL Australia terus berlanjut, Hikmahanto menyarankan agar Angkatan Laut Indonesia dan Basarnas memperlengkapi para pencari suaka dengan berbagai peralatan agar mereka bisa sampai di Australia dengan selamat.

"Pemerintah harus tegas dalam menghadapi kebijakan Australia dalam menangani para pencari suaka. Tindakan tegas ini dibutuhkan agar kedaulatan RI tidak dilecehkan oleh Australia dan Indonesia tidak menjadi tempat bagi masalah Australia," demikian Hikmahanto. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya