Berita

Dunia

PBB Benarkan Iran Tak Diundang Ikut Pembicaraan Damai Suriah

SELASA, 07 JANUARI 2014 | 12:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Iran tidak berada daftar negara yang diundang untuk menghadiri pembicaraan damai Suriah di Swiss akhir bulan ini.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh jurubicara PBB, Farhan Haq pada Senin (6/1). Sekalipun begitu, kata Farhan, Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menginginkan agar Iran dapat diundang dalam pembicaraan damai tersebut.

Iran tak masuk daftar hadir karena Amerika Serikat belum menyetujui adanya peran negara tersebut dalam pembicaraan damai Suriah. Diketahui, AS sebagai salah satu negara pengagas bersama Rusia ikut menentukan negara mana saja yang diundang.


Sebelumnya, AS melalui Menteri Luar Negerinya, John Kerry menawarkan Iran untuk dapat memberikan kontribusi sampingan dalam pembicaraan damai Suriah tersebut. Namun pada hari Senin (6/1), Iran menolak tawaran Amerika Serikat itu karena dianggap tidak menghormati martabat bangsa. Meski siap berpartisipasi dalam pembicaraan, Iran tidak diberikan peran penuh.

"Iran selalu mengumumkan kesiapannya untuk berpartisipasi (dalam pembicaraan damai Suriah) tanpa syarat," kata Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham seperti dikabarkan al Jazeera.

Komentar Afkham tersebut muncul setelah Kerry menyatakan bahwa Iran yang merupakan sekutu Suriah dinilai dapat memainkan peran konstruktif dalam mencari resolusi untuk mengakhiri perang sipil yang terjadi di Suriah, sekalipun tanpa berpartisipasi penuh dalam pembicaraan. AS beralasan, Iran tidak secara terbuka mendukung upaya menciptakan pemerintahan transisi di Suriah.

"Jika Iran tidak mendukung itu (pemerintahan transisi), sulit untuk melihat bagaimana mereka akan menjadi mitra kementerian dalam proses (perjanjian damai)," kata Kerry.

Puluhan negara telah diundang untuk berpartisipasi dalam pembicaraan di Jenewa yang akan digelar akhir Januari mendatang, Indonesia menjadi salah satu di antaranya. Selain itu, sejumlah pemain kunci dalam pembicaraan tersebut adalah pemerintah Presiden Bashar al-Assad dengan kelompok oposisi yang selama tiga tahun belakangan berupaya menggulingkannya.

Presiden Assad sendiri telah menyatakan setuju untuk hadir dalam pembicaraan damai, namun blok oposisi utama Suriah yakni, Koalisi Nasional Suriah belum memberikan kata sepakat untuk berpartisipasi dalam pembicaraan.[wid] 

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya