Iran tidak berada daftar negara yang diundang untuk menghadiri pembicaraan damai Suriah di Swiss akhir bulan ini.
Hal tersebut dikonfirmasi oleh jurubicara PBB, Farhan Haq pada Senin (6/1). Sekalipun begitu, kata Farhan, Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon menginginkan agar Iran dapat diundang dalam pembicaraan damai tersebut.
Iran tak masuk daftar hadir karena Amerika Serikat belum menyetujui adanya peran negara tersebut dalam pembicaraan damai Suriah. Diketahui, AS sebagai salah satu negara pengagas bersama Rusia ikut menentukan negara mana saja yang diundang.
Sebelumnya, AS melalui Menteri Luar Negerinya, John Kerry menawarkan Iran untuk dapat memberikan kontribusi sampingan dalam pembicaraan damai Suriah tersebut. Namun pada hari Senin (6/1), Iran menolak tawaran Amerika Serikat itu karena dianggap tidak menghormati martabat bangsa. Meski siap berpartisipasi dalam pembicaraan, Iran tidak diberikan peran penuh.
"Iran selalu mengumumkan kesiapannya untuk berpartisipasi (dalam pembicaraan damai Suriah) tanpa syarat," kata Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham seperti dikabarkan
al Jazeera.
Komentar Afkham tersebut muncul setelah Kerry menyatakan bahwa Iran yang merupakan sekutu Suriah dinilai dapat memainkan peran konstruktif dalam mencari resolusi untuk mengakhiri perang sipil yang terjadi di Suriah, sekalipun tanpa berpartisipasi penuh dalam pembicaraan. AS beralasan, Iran tidak secara terbuka mendukung upaya menciptakan pemerintahan transisi di Suriah.
"Jika Iran tidak mendukung itu (pemerintahan transisi), sulit untuk melihat bagaimana mereka akan menjadi mitra kementerian dalam proses (perjanjian damai)," kata Kerry.
Puluhan negara telah diundang untuk berpartisipasi dalam pembicaraan di Jenewa yang akan digelar akhir Januari mendatang, Indonesia menjadi salah satu di antaranya. Selain itu, sejumlah pemain kunci dalam pembicaraan tersebut adalah pemerintah Presiden Bashar al-Assad dengan kelompok oposisi yang selama tiga tahun belakangan berupaya menggulingkannya.
Presiden Assad sendiri telah menyatakan setuju untuk hadir dalam pembicaraan damai, namun blok oposisi utama Suriah yakni, Koalisi Nasional Suriah belum memberikan kata sepakat untuk berpartisipasi dalam pembicaraan.
[wid]