Berita

jokowi/net

Menunda Pencapresan Jokowi Ibarat Membiarkan Buah Mangga Busuk di Pohon

SELASA, 07 JANUARI 2014 | 11:00 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Gerakan mendukung Joko Widodo sebagai Presiden mendatang mengundang perpecahan di dalam kandang banteng.

PDIP, sebagai partai pengusung Jokowi di Jakarta, secara resmi baru akan mengumumkan capresnya sekitar bulan April mendatang. Amanat Kongres PDIP di Ancol, Jakarta, beberapa waktu lalu mengamanatkan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri untuk mengumumkan siapa calon pengganti SBY di tampuk kekuasaan RI-1.

Karena menganggap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri terlalu lamban, banyak kader PDIP berinisiatif sendiri untuk menyorongkan Jokowi sebagai capres dari PDIP. Simpatisan PDIP di berbagai daerah bahkan sudah mendeklarasikan Jokowi sebagai Capres PDIP. Bakkan, atas inisiatif akar rumput dibentuk berbagai barisan relawan pendukung "Jokowi for RI-1".


Pengajar komunikasi politik di Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi menilai gesekan yang akhir-akhir ini terjadi sesama kader dalam mensikapi fenomena kelahiran superstar baru, harusnya disikapi dengan bijak oleh elit-elit PDIP. Elite PDIP jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, seperti terkait fenomena kelahiran Megawati di Kongres PDI tahun 1986 yang mampu mengalahkan daulat sang penguasa. Saat itu, Megawati mampu menjungkirbalikkan konstelasi politik Orde Baru yang kuat mencengkeram karena desakan akar rumput.

"Fenomena ini sekarang terjadi di Jokowi. Jokowi lahir atas kehendak sejarah," kata Ari kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 7/1).

Kehadiran Jokowi, lanjut Ari, adalah berkah sekaligus harapan baru akan masa depan PDIP; apakah akan melanggengkan kekuasaan puritan ataukah akan menuju fase politik kerakyatan yang kental dengan pembelaan kaum jelata. "Inilah saatnya, elit-elit PDIP harus menyadari harapan rakyat akan sosok Jokowi," sambung Ari.

Menurut pengajar program pascasarjana di berbagai perguruan tinggi di tanah air ini, menunda-nunda pencapresan Jokowi ibaratnya sama saja membiarkan buah mangga busuk di pohonnya, dan akan banyak lalat yang menikmatinya.

"Dan lalat itu saya ibaratkan sebagai parpol-parpol lain selain PDIP," demikian Ari. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya