Berita

abraham samad/net

Hukum

SUAP SKK MIGAS

Pengacara Rudi: Pernyataan Abraham Samad Tak Pantas!

SENIN, 06 JANUARI 2014 | 15:31 WIB | LAPORAN:

Rusdy A Bakar pengacara mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini keberatan atas pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, yang menyebut kliennya serakah karena masih menerima suap, meski telah mendapatkan gaji Rp 220 juta sebagai kepala SKK Migas dan Rp 75 juta sebagai komisaris Bank Mandiri.

Menurut Rusdy, sebagai Ketua KPK, Samad tak pantas mengeluarkan kata-kata seperti itu. Apalagi, proses hukum perkara Rudi masih bergulir dan belum berkekuatan hukum tetap (inkracht).

"Saya hormati KPK, Ketua KPK juga saya hormati. Tapi saya menilai rasa-rasanya kurang pas (pernyataan Abraham Samad) itu, karena beliau (Rudi Rubiandini) sendiri tidak seperak pun menikmati, tapi kalau dinyatakan dia serahkan, itu rasanya kurang pas," kata Rusdy di Kantor KPK, Jakarta, Senin (6/1).


"Tapi kan itu beliau yang bicara, yah saya hormati saja," sambung dia.

Rusdy tetap ngotot bahwa sampai ini kliennya tak pernah menerima suap dari petinggi Kernel Oil, Simon Gunawan Tanjaya sebagaimana yang disangkakan oleh KPK. Karenanya, dia berharap majelis hakim bisa adil dalam proses sidang perdana kliennya yang rencananya berlangsung Selasa (7/1) besok.

"Saya sangat gantungkan harapan saya ke majelis, supaya betul-betul pure bisa melihat mana yang betul-betul dilakukan Pak Rudi dan mana yang tidak," terang dia.

Rudi sendiri, masih kata Rusdy, berjanji akan kooperatif dalam persidangan. Rudi akan membeberkan semua yang diketahuinya agar perkara suap di lingkungan SKK Migas ini terselesaikan dengan tuntas.

"Dia akan terbuka, tak akan persulit, semua dilakukan dengan baik. Uang di rmh dia yang sampaikan, nggak usah geledah-geledah, semua diserahkan," demikian Rusdy. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya