Berita

maruarar sirait/net

Maruarar Sirait Minta SBY Bijaksana Batalkan Kenaikan Harga LPG

SENIN, 06 JANUARI 2014 | 13:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kenaikan harga LPG benar-benar memukul ekonomi rakyat, terutama di sektor usaha kecil menengah (UKM) dan sektor informal, seperti warteg, tukang gorengan, rumah makan, dan lain-lain. Jumlah ekonomi rakyat di sektor informal di Indonesia pun sangat banyak.

Karena itu, anggota DPR dari daerah pemilihan Subang, Majalengka dan Sumedang, Maruarar Sirait, yang dalam dua hari ini berada di dapil untuk menyapa dan mendengarkan aspirasi rakyat, meminta Presiden SBY untuk membatalkan kenaikan harga LPG ini. Bila tidak, maka hampir bisa dipastikan akan memicu gejolak di masyarakat.

"Nanti akan ada pengangguran baru dan orang miskin baru akibat dampak kenaikan harga ini," kata Maruarar Sirait, yang merupakan anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 6/1).


Maruarar mengingatkan, dari tahun ke tahun inflasi terus meningkat. Kondisi inflasi yang terus meningkat ini pun seiring dengan tingkat kebutuhan masyarakat yang juga terus naik, sementara pendapatan masyarakat tidak bertambah. Karena itu, sekali lagi, Maruarar meminta Presiden SBY bijaksana dan segera menurunkan harga LPG ini, apalagi sebelumnya masyarakat sudah rela beralih dari bahan bakan minyak ke gas sebagaimana program pemerintah.

Ketika pemerintah meminta masyarakat beralih dari minyak ke gas, lanjut Maruarar, maka saat itu juga gas sudah menjadi kebutuhan dasar rakyat. Karena itulah, mensubsidi LPG bagi rakyat merupakan suatu keniscayaan.

Soal biaya subsidi, yang juga ini dikeluhkan Pertamina karena rugi, Maruarar memberi solusi dan jalan keluar, dengan mekanisme subsidi silang. Caranya dengan memotong anggaran operasi pejabat pemerintah, seperti mengurangi kunjungan ke luar negeri atau perjalanan dinas lainnya. Di saat yang sama, pemerintah harus meningkatkan pajak batubara, pajak barang mewah, serta beacukai rokok dan minuman beralkohol.

"Itu semua menjadi penerimaan baru bagi negara sehingga negara bisa mensubsdi LPG kepada rakyat," demikian Maruarar. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya