Berita

ilustrasi/net

Politisi Muda PDIP: Caleg Lemas Darah Bila Capres Diumumkan Setelah April

SENIN, 06 JANUARI 2014 | 09:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Syarat partai politik untuk mengajukan calon presiden adalah punya 20 persen kursi di Senayan. Dan syarat ini sulit tercapai bila ada bakal capres yang tidak kampanye bersama caleg. Dan bila pun memenuhi syarat, justru ini tidak adil kalau capres diumumkan setelah pemilihan legislatif (pileg)

"Bila capres diumumkan pada bulan April, justru Capres yang ongkang-ongkang kaki," kata politisi muda PDI Perjuangan, Beathor Suryadi, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 6/1).

Beathor mengatakan, bila capres diumumkan sebelum April, maka akan ada hampir 100 ribu caleg yang akan menampilkan wajah capres pada alat peraga di seluruh desa, baik itu berupa kartu nama, kalender, spanduk, baliho, stiker dan kaos. Sementara bila capres tidak segera diumumkan maka DPP menutup kesempatan pada capres untuk tampil dalam kampanye-kanpanye caleg di seluruh Desa.


Beathor melanjutkan, bila capres diumumkan sebelum April maka kemenangan 20 persen syarat pun merupakan wujud kontribusi bersama antar caleg-caleg dengan capres. Karena itu, Badan Pemenangan Pemilu harus merombak ulang keputusan pengumuman capres di bulan April tersebut.

"Jika diumumkan sebelum April maka itu disebut membangun semangat kemenangan bersama. Jika setelah April, baik caleg yang menang, apa lagi yang kalah, mereka mengalami lemas darah untuk ikut berjuang bagi kemenangan capres sebab fisik, fikiran dan dana sudah tumpah ruah saat Pileg," demikian Beathor. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya