Berita

anni iwasaki/net

Politik

Anni Iwasaki: Bahaya, Bisa-bisa Daerah Ingin Merdeka Semua

MINGGU, 05 JANUARI 2014 | 17:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Debat pertama Konvensi Capres Rakyat digelar di Aula Balai Adika Hotel Majapahit Surabaya (Minggu, 5/1). Tujuh peserta konvensi diberi kesempatan menyampaikan visi misinya selama 10 menit. Anni Iwasaki, satu-satunya perempuan yang ikut konvensi, menyatakan akan bekerja melayani rakyat jika diberi amanah nanti.

"Inilah lamaran pekerjaan yang diajukan kepada rakyat," katanya.

Anni mengutarakan soal tingkat ekonomi Indonesia di tingkat global. Menurutnya standar kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia masih berada di level bawah dengan pendapatan ekonomi perkapita yang rendah. Sangat jauh berbeda dengan klaim yang disampaikan Pemerintahan SBY-Boediono.


"Kalau disebut pendapatan perkapita kita 3500 dolar AS pertahun, itu namanya miskin. Masyarakat kita berarti hanya sebagai pekerja," ucap Anni yang optimis hasil Konvensi Capres Rakyat akan jadi pemenang Pilpres 2014.

Kondisi ekonomi Indonesia saat ini, menurut Anni, sejajar dengan Timur Leste yang baru merdeka beberapa tahun lalu. Ancaman benar-benar nyata di hadapan bangsa ini kalau masalah tersebut tidak segera diatasi. Bisa-bisa, katanya, semua daerah minta merdeka seperti Timur Leste.

"Saya akan bekerja untuk anda semua. Kita punya semuanya, SDA dan SDM," demikian Anni, peserta konvensi perempuan satu-satunya.
 
Debat publik pertama Konvensi Capres Rakyat berlangsung meriah. Debat menghadirkan tiga panelis. Guru Besar Politik Unair yang juga mantan Komisioner KPU Prof. DR Ramlan Surbakti, Guru Besar Politik Universitas Parahyangan Bandung Prof. Asep Warlan Yusuf, dan pengajar ekonomi Unair Dr. Tjuk Kastriadi.

Adapun tujuh peserta konvensi yakni, tokoh perempuan Anni Iwasaki, Bupati Kutai Timur Isran Noor, pengusaha Ricky Sutanto, Menteri Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid Rizal Ramli, Ketua Dewan Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra, Rektor Universitas Islam Eropa Sofjan Siregar, dan aktivis senior Tony Ardi. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya