Berita

isran noor/net

Politik

Alasan Isran Noor Nyapres Lewat Konvensi Rakyat

MINGGU, 05 JANUARI 2014 | 16:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bupati Kutai Timur Isran Noor menyatakan keikutsertaannya dalam Konvensi Capres Rakyat karena didorong oleh besarnya keinginan untuk memperbaiki kondisi bangsa dan negara yang kini carut marut.

"Saya datang ke sini, ikut Konvensi Capres Rakyat bukan untuk jadi presiden. Saya hadir ke sini untuk memperbaiki suasana bangsa kita, ketertinggalan bangsa kita, martabat bangsa kita yang hilang dan menurun," kata Isran ketika menyampaikan visi misi dalam debat publik pertama Konvensi Capres Rakyat di Aula Balai Adika Hotel Majapahit, Surabaya (Minggu, 5/1).

Selain itu, kata Isran Noor dirinya ikut konvensi juga karena dorongan untuk menjaga keutuhan Indonesia sebagai Negara Kepulauan tetap bertahan.


Politisi Partai Demokrat dari Pulau Kalimantan itu menyatakan kesiapannya untuk mewujudkan tujuan berbangsa dan bernegara sebagaimana disebut dalam pembukaan UUD 1945. Yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraaan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, keadilan sosial, dan seterusnya.

"Tujuan kita berbangsa dan bernegara sudah sering dikatakan dimana-mana, tapi belum terlaksana setelah 68 tahun kita merdeka. Kedaulatan bangsa kita belum tercapai. Semua barang-barang pemenuhan hidup rakyat diimpor dari luar. Tiap tahun kita impor bahan pangan," katanya prihatin.

"Saya ulangi, saya ikut Konvensi Capres Rakyat bukan untuk menjadi presiden. Saya ingin memperbaiki bangsa dan negara. Tapi apapun namanya, kalau Allah berkehendak saya siap mengemban amanah," demikian Isran.

Debat publik pertama Konvensi Capres Rakyat berlangsung meriah. Debat menghadirkan tiga panelis. Guru Besar Politik Unair yang juga mantan Komisioner KPU Prof. DR Ramlan Surbakti, Guru Besar Politik Universitas Parahyangan Bandung Prof. Asep Warlan Yusuf, dan pengajar ekonomi Unair, Dr. Tjuk Kastriadi.

Adapun tujuh peserta konvensi yakni, tokoh perempuan Anni Iwasaki, Bupati Kutai Timur Isran Noor, pengusaha Ricky Sutanto, Menteri Perekonomian era Pemerintahan Abdurrahman Wahid Rizal Ramli, Ketua Dewan Syuro PBB Yusril Ihza Mahendra, Rektor Universitas Islam Eropa Sofjan Siregar, dan aktivis senior Tony Ardi. [ian]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya