Berita

sby

Presiden Janji Cari Solusi Lonjakan Harga Elpiji

MINGGU, 05 JANUARI 2014 | 15:53 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden SBY mengatakan, pemerintah akan mencari solusi atas kenaikan harga gas elpiji tabung 12 kg. Meskipun keputusan menaikkan elpiji nonsubsidi tersebut merupakan kewenangan PT ertamina, dan tidak perlu persetujuan presiden.

"Namun, mengingat persoalan ini menjadi perhatian publik, pemerintah memandang perlu mencari solusinya," ujar SBY saat membuka rapat terbatas di Ruang VVIP Pangkalan Udara TNI-AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu siang (5/1). Rapat yang juga dihadiri Wapres Boediono ini digelar setiba SBY dan rombongan dari kunjungan kerja di Jawa Timur.

Jelas kepala negara ini, karena situasi sekarang menjadi perhatian publik yang cukup luas, pemerintah memandang perlu untuk mengelola persoalan ini sambil mencari solusi yang tepat.


"Tepat untuk ekonomi, rakyat, dan tepat untuk bersama-sama membangun negara ke arah yang lebih baik," ujar SBY.

Seperti dikutip dari presidenri.go.id, kemarin, (Sabtu, 4/1), Wapres Boediono telah menadakan rapat dengan para menteri di bidang ekonomi dan pihak PT Pertamina membahas persoalan ini. Per 1 Januari 2014, Pertamina menaikkan harga elpiji tabung 12 kilogram rata-rata Rp 3.959 per kilogram. Presiden sudah menerima laporan hasil rapat tersebut dari Wapres Boediono.

"Kemarin sore, Wapres sudah menjelaskan kepada saya apa yang telah dihasilkan dalam pertemuan di Jakarta, termasuk opsi yang tersedia dan solusi apa yang bisa kita pilih dan tempuh. Oleh karena itu sejak kemarin hingga hari ini saya tidak akan mundur ke belakang karena yang penting bagi kita saat ini solusi apa yang patut kita pilih dan jalankan," ungkap presiden.

Dalam rapat terbatas di Halim ini dibahas pula jika ada keperluan untuk melakukan komunikasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), maka hal tersebut dapat dilakukan.

"Karena setiap kebijakan atau keputusan tentu diniatkan untuk tujuan yang baik," demikian SBY. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya