Berita

RIZAL RAMLI/NET

Politik

KONVENSI RAKYAT

RR1: Asalkan Pemimpin Punya Visi, Mengubah Indonesia Tak Perlu Uang

MINGGU, 05 JANUARI 2014 | 13:13 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Konvensi Capres Rakyat berbeda dengan konvensi yang digelar Partai Demokrat. Jika Konvensi Demokrat digelar untuk mencari capres hebat pencitraan untuk bisa menyulam bendera partai yang "robek", sebaliknya Konvensi Capres Rakyat ingin menghasilkan capres yang memiliki gagasan memperbaiki bangsa.

"Saya datang ke sini dan ikut konvensi karena percaya dengan integritas, visi dan keberpihakan dari anggota Komite Konvensi Rakyat. Ada Gus Solah yang sangat dihormati integritasnya. Saya ikut konvensi karena ini bukan konvensi untuk membangun citra, tapi untuk membangun gagasan. Inilah yang membedakan konvensi ini dan konvensi satu lagi. Inilah yang membedakan konvensi Capers Rakyat dengan konvensi di tempat lain," ujar peserta konvensi, Rizal Ramli, dalam debat publik pertama konvensi di Aula Balai Adika Hotel Majapahit Surabaya (Minggu, 5/1).

RR1, demikian ia disapa, menegaskan bahwa bangsa ini membutuhkan pemimpin yang kuat dengan gagasan, tahu masalah dan bisa menyelesaikannya. Pemimpin yang hanya jago pencitraan tidak akan bisa mewujudkan kemajuan dan kemakmuran bagi rakyat.


"Rakyat tidak butuh citra, rakyat butuh pekerjaan dan pendapatan. Pemimpin citra hasilnya keropos. Kita lihat hasilnya seperti yang ada sekarang. Hasilnya mismanagement, hasilnya kita lihat rakyat belum makmur," katanya disambut tepuk tangan hadirin.

Lebih lanjut dalam visi misinya, RR1 mengatakan mengubah Indonesia menjadi lebih baik bisa dilakukan tanpa uang, tetapi cukup dengan kebijakan. Syaratnya, pemimpinnya visioner dan berani menjalankannya dengan resiko citranya buruk sekalipun.

Bangsa ini, katanya, tidak bisa lagi mengandalkan pembangunan tanpa perencanaan. Banyak tokoh yang punya ide besar, banyak yang bicara konsep bagus tapi tidak punya operasional leadership. Padahal keberhasilan negara-negara maju dan besar karena mereka punya pemimpin yang memiliki kemampuan kepemimpinan lapangan.

RR1 juga menyatakan bahwa dirinya mau melaksanakan pikiran dan ajaran Bung Karno dan Gus Dur. Saat kuliah di ITB, RR1 pernah dipenjara di Sukamiskin dimana Bung Karno dipenjara. Di dalam penjara ia belajar bahwa tidak ada cara lain bangsa ini bisa maju selain harus mandiri dan berdaulat. Itulah yang dikatakan Bung Karno dengan Trisakti.

Adapun Gus Dur, katanya, adalah tokoh pluralisme. Gus Dur mengharapkan tidak ada lagi rakyat yang tertindas baik secara ekonomi, sosial maupun politik.

"Mari kita jalankan pikiran Bung Karno dan Gus Dur. Saya percaya Indonesia akan hebat dan makmur seperti negara-negara lain," demikian RR1.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya