Berita

Indonesia Butuh Presiden yang Paham Ekonomi Seperti Hatta Rajasa dan Rizal Ramli

SABTU, 04 JANUARI 2014 | 23:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalangan diplomat asing seperti halnya kebanyakan orang di Indonesia juga belum bisa memperkirakan siapa yang akan menjadi presiden Indonesia selanjutnya menggantikan SBY.

Setidaknya ada dua hal mengapa masih sangat sulit memperkirakan siapa presiden berikutnya. Pertama, karena belum ada tokoh yang betul-betul memperlihatkan kemampuan untuk mengemban amanat besar itu. Kedua, konstelasi di bursa pilpres akan sangat ditentukan oleh hasil pemilihan anggota legislatif.

Siapapun tokoh yang hariu ini disebutkan memiliki peluang besar menjadi presiden, bisa jadi mentah bila hasil pemilihan anggota DPR RI tidak mendukung pencalonan dirinya.


Menurut seorang diplomat dari salah satu negara Timur Tengah, presiden Indonesia pengganti SBY sebaiknya seseorang yang memiliki pemahaman ekonomi yang kuat. Tidak sekadar paham, tetapi juga memiliki kemampuan memecahkan kebuntuan ekonomi yang mungkin dihadapi di masa depan.

"Indonesia menjadi sangat signifikan dalam konstelasi ekonomi dunia. Presiden baru harus memiliki kemampuan menempatkan kepentingan ekonomi Indonesia di antara kepentingan ekonomi negara-negara lain yang ingin mempengaruhi Indonesia," ujarnya.

Ketika ditanya siapa tokoh yang pantas menurut kriteria itu, ia menyebut Menko Perekonomian Hatta Rajasa dan mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli.

"Hatta Rajasa memegang peranan penting dalam kebijakan ekonomi Indonesia hari ini. Sementara Rizal Ramli punya catatan bagus ketika jadi menteri," sambungnya.

Sayang, kedua tokoh ini memiliki peluang yang tidak begitu besar. Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipimpin Hatta kesulitan menaikkan jumlah pemilih. Sementara Rizal Ramli sampai sekarang seakan masih menunggu-nunggu kendaraan yang pantas untuk dinaiki. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya