Berita

denny ja

SASTRAWAN BERPENGARUH

Denny JA: Saya Mungkin Dianggap Kontroversial

SABTU, 04 JANUARI 2014 | 11:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Denny JA mengapresiasi penghargaan yang diberikan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin pada dirinya sebagai salah seorang sastrawan berpengaruh di Indonesia sejak awal awabd 20 hingga sekarang.

Selain Denny JA, ada 32 sastrawan lain yang dianggap memiliki peran luar biasa dalam kehidupan kesustraan Indonesia.

PDS HB Jassin menerbitkan buku setebal 777 halaman mengenai ke-33 sastrawan dan karya sastra mereka. Buku itu diluncurkan kemarin (Jumat, 3/1).


Riset dilakukan berbulan-bulan oleh team akademisi serta praktisi sastra yg tergabung dalam team 8. Di antara mereka adalah Maman S Mahayana, Jamal D Rahman, Agus S Sarjono, dan peneliti sastra Indonesia berkebangsaan Jerman, Berthold D.

Di antara 33 list tokoh itu terdapat Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Toer, Sutan Takdir Alisjahbana, Sapardi Djoko Damono. Dari generasi baru ada Afrizal Malna.

"Yang mungkin kontroversial ada pula nama saya, Denny JA, dalam list itu. Dalam ulasannya, saya dianggap membawa tradisi penulis puisi yang "puisi esai," yang membuat puisi meninggalkan peran tradisionalnya," ujar Denny JA dalam perbincangan Sabtu pagi (4/1).

Dia menambahkan, kini sudah terbit lebih dari 10 buku puisi esai yang ditulis oleh sekitar 30an penyair dari Aceh sampai Papua, serta satu buku polemik puisi esai itu, yang antara lain juga diwarnai pro kontra para "dewa sastra."

"Tentu saya mengapresiasi penghargaan itu, walau saya merasa bukanlah tipe sastrawan konvensional, karena saya juga aktivis, peneliti, dan pengusaha," ujarnya lagi.

Dia mengatakan dirinya merasa lebih tepat sebagai seorang "pejalan budaya" yang datang pada satu wilayah untuk tidak menetap, tapi mempelajari dan meninggalkan sesuatu di wilayah itu.

Buku yang diterbitkan PDS HB Jassin tentang ke-33 sastrawan berpengaruh di Indonesia sudah dijadwalkan menjadi satu session seminar internasional dan Korsel pada bulan Mei 2014. Juga direncanakan diterjemahkan ke bahasa Jerman untuk ikut international book fair di sana.

"Kontroversi tak terhindari. Tapi sebuah argumen sudah dinyatakan dalam pertanggung jawaban akademik setebal 777 hal itu," demikian Denny JA. [dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya