Berita

as hikam/net

Politik

M. Nuh Musuh Reformasi dan Demokrasi

JUMAT, 03 JANUARI 2014 | 17:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rektor Universitas Airlangga Surabaya membatalkan acara debat publik Capres Konvensi Rakyat. Akibatnya, acara yang sedianya digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair pada Minggu (5/1) itu terpaksa dialihkan ke Hotel Majapahit Surabaya.

Pembatalan tersebut dikabarkan karena ada intervensi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M. Nuh. M. Nuh melarang Konvensi Rakyat diselenggarakan di kampus-kampus, salah satunya Unair.

"Benar atau tidak kabar intervensi itu, yang jelas kalau kampus sudah menjadi wilayah terlarang bagi proses pendidikan politik bagi mahasiswa dan civitas academica, maka demokrasi dan reformasi di negeri ini boleh dibilang sudah setengah mati," ujar pengamat politik senior AS Hikam dalam laman facebooknya (Jumat, 3/1).


Menurut Hikam kampus merupakan salah satu oase kehidupan demokrasi dan wahana pembibitan para pemimpin dan elite bangsa penentu kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sementara mahasiswa merupakan aktor penting dalam kehidupan politik dan kenegaraan semenjak rakyat masih dalam proses perjuangan merebut kemerdekaan sampai sekarang dan yang akan datang. Karena itu, katanya, pemasungan terhadap kampus dengan segala macam dalih yang tidak bermutu dan tak bisa dipertanggungjawabkan secara nalar dan nurani, berarti juga pemasungan terhadap demokrasi.

"Sangat disayangkan jika para punggawa kampus seperti Rektor dan jajaran Rektorat, justru mau mengamini intervensi dari penguasa," imbuh Dosen Senior Hubungan Internasinal di President Univesity itu.

Untuk itu Hikam mengimbau perlunya bagi publik di seluruh Indonesia untuk menolak pemasungan demokrasi dan kampus yang mengingatkan pada model pemasungan kampus oleh rezim Orba ini.

"Para penguasa yang sekarang sedang menikmati posisinya, termasuk menteri yang bersangkutan dan para rektor, adalah mereka-mereka yang mendapat keuntungan dari reformasi dan demokrasi. Kalau benar mereka adalah pihak yang bertanggungjawab dalam upaya pelarangan ini, maka mereka juga layak disebut sebagai musuh reformasi dan demokrasi," demikian Hikam.[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya