Berita

DRADJAD H WIBOWO/NET

LARANGAN EKSPOR MINERBA

Waketum PAN Sedih Banyak Pejabat dan Akademisi Jadi Mesin Propaganda Asing

JUMAT, 03 JANUARI 2014 | 08:11 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah akan melarang ekspor mineral dan batubara (Minerba) mentah di awal bulan Januari ini.

Kebijakan ini berdasarkan UU No. 4/2009 tentang Minerba yang mewajibkan perusahaan pertambangan membangun smelter untuk mengolah semua hasil tambang di dalam negeri dan melarang ekpor Minerba mentah tanpa diolah dalam kadar tertentu

Menurut Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H Wibowo, UU Minerba ini sudah jelas menggariskan tekad Indonesia untuk membangun nilai tambah terhadap hasil tambang Minerba di Indonesia, dan UU ini dihasilkan DPR periode lalu.


"Saya tidak masuk pansusnya, karena memang digodok Komisi VII. Tapi saya sebagai anggota F-PAN sangat mendorong konsep hilirisasi dalam UU ini," kata Dradjad, yang juga mantan anggota DPR, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 3/1).

Terkait dengan sementara pihak yang menolak kebijakan ini, Dradjad mengatakan bahwa memang pihak asing yang tidak mau membangun smelter dan hanya mau mengeruk kekayaan alam Indonesia jelas sangat keras menentang konsep ini. Bahkan mereka sejak awal menolak pembahasan RUU ini.

"Mereka sudah lakukan tekanan-tekanan sejak dulu. Jadi ketika hilirisasi dalam UU ini akan diterapkan, mesin-mesin propaganda asing pemalas ini berjalan menakuti-nakuti kita. Sedihnya, tidak sedikit pejabat tinggi pemerintahan yang ikut jadi antek perusahaan mineral asing, selain para akademisi bayaran," demikian Dradjad. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya