Berita

maruarar sirait/net

Ketua PDIP: Apalah Artinya Pilpres Bila Tak Membawa Perubahan bagi Rakyat

KAMIS, 02 JANUARI 2014 | 06:10 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Apalah artinya pemilihan presiden (pilpres) bila sekedar mengganti satu presiden ke presiden lain. Pilpres akan berarti bila pemerintahan yang terpilih adalah pemerintahan yang berpihak kepada rakyat, menaati Konstitusi dan berjuang menuju cita-cita Kemerdekaan.

"Rakyat harus bisa merasakan perubahan, perubahan Indonesia yang lebih baik," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 2/12).

Karena itu, lanjut Maruarar, hal yang paling penting dalam pilpres adalah menentukan kritera capres terlebih dahulu. Paling tidak, ada tiga kritera untuk menentukan capres.


Pertama, capres harus bisa meningkatkan ekonomi Indonesia, bukan hanya pertumbuhan namun juga pemerataan. Sebab apalah artinya bila pertumbuhan ekonomi tanpa disertai dengan pemerataan.

"Pemerintah mendatang, bukan hanya harus bisa membuat pertumbuhan, tapi juga harus mencapai prestasi pemerataan ekonomi. Pembangunan harus adil dan merata, dan kita apresiasi pengakuan pemerintah saat ini yang mengakui baru bisa meningkatkan pertumbuhan, tapi kesenjangan masih ada," ungkap Ara.

Kedua, lanjut Ara, panggilan Maruarar, capres harus mampu menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. Jangan sampai penerapan hukum tebang pilih, dalam arti tajam ke bawah namun tumpul ke atas.

Ketiga, masih kata Ara, capres harus bisa menjaga pluralisme. Sebab saat ini, kekerasan antara kelompok dengan latar belakang agama, suku, ras, dan lain-lain masih terus terjadi.

"Jadi Capres harus orang yang mampu menyelesaikan masalah tadi. Apa orang itu memperjuangkan pluralisme? Apa orang itu memperjuangkan anti korupsi. Apa perjuangannya untuk ekonomi kerakyatan. Sehingga rakyat bisa memilih dengan benar dan tepat," demikian Ara. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya