Berita

Politik

Ruhut Sitompul: Ngapain ke Komnas HAM, Mending Serap Aspirasi di Dapil

RABU, 01 JANUARI 2014 | 22:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan belum menerima surat panggilan pemeriksaan dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait tuduhan dugaan diskriminasi ras dan etnik.

"Nggak ada, aku belum terima (suratnya)," ujar Ruhut kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Rabu, 1/1).

Sekalipun surat panggilan dari Komnas HAM sudah di tangannya, Ruhut yang sedang berada di Bali untuk liburan memastikan tidak akan memenuhinya.


"Ngapain (ke Komnas HAM), mending aku ke Dapil bertemu masyarakat untuk menyerap aspirasi mereka," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Pelanggaran HAM di Komnas HAM, Natalius Pigai, menyatakan sudah melayangkan surat kepada sejumlah saksi terkait dengan dugaan diskrimnasi ras dan etnik yang dilakukan politisi Demokrat Ruhut Sitompul kepada pengamat politik Boni Hargens. Surat panggilan disampaikan kepada Ruhut sebagai terlapor, Boni Hargens selaku pelapor dan pihak TVOne sebagai penyelenggara diskusi dimana Ruhut menyampaikan tuduhan bernada diskriminasi ras dan etnik tersebut.

Di dalam diskusi itu Ruhut menyebut Boni adalah orang kulit hitam yang harus dilawan. Ruhut mengatakan, lumpur Lapindo warnanya hitam, Boni Hargens juga hitam, jadi orang hitam harus dilawan.

Panggilan permintaan keterangan dilakukan Komnas HAM berdasarkan kewenangannya sesuai Pasal 8 UU No. 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnik. Natalius mengatakan Ruhut bersama saksi-saksi lainnya akan dimintai keterangan di Kantor Komnas HAM Senin pekan depan (6/1).[dem]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya