Berita

net

Politik

Ruhut dan Boni Disarankan 'Pelukan' di Komnas HAM

RABU, 01 JANUARI 2014 | 21:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah melayangkan surat panggilan kepada politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul untuk mendalami dugaan diskriminasi ras dan etnik atas laporan pengamat politik Boni Hargens. Teman se partai Ruhut, Sutan Bhatoegana, menyarankan Ruhut memenuhi panggilan tersebut.

"Kalau diundang baiknya datang saja, tidak ada masalah," kata Sutan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Rabu, 1/1).

Menurut Sutan, dengan memenuhi undangan Komnas HAM maka Ruhut bisa memberikan klarifikasi. Ruhut bisa menjelaskan duduk permasalahan dengan Boni dengan sebenarnya.


"Apalagi diundangnya barengan, kan bisa sekalian 'pelukan'," imbuh dia.

Menurut hemat Sutan, permasalahan antara Ruhut dan Boni muncul karena salah pengertian semata. Dalam debat bersama Boni di salah satu stasiun televisi, Ruhut menyebut pengamat hitam untuk menunjukkan pengamat yang bicaranya selalu menjelek-jelekkan pemerintah. Sebaliknya, Ruhut bukan menyebut Boni sebagai pengamat berkulit hitam.

Tetapi menurut Sutan lagi, Boni Hargens merasa dihina karena "diserang" Ruhut dengan warna kulit.

"Kritik yang dia (Boni) sampaikan membangun. Tapi pembelaan Ruhut wajar-wajar saja. Ini hanya dipeleset-pelesetkan saja. Seperti saya dulu, mana ada saya menghina Gus Dur tapi diramaikan begitu," tekan Sutan.

Atas pertimbangan itu pula Sutan menyarankan Ruhut untuk memenuhi undangan permintaan keterangan oleh Komnas HAM. Dia mengingatkan Ruhut untuk rendah hati seperti yang sudah dilakukannya.

"Saya dihajar di sana-sini. Saya dibilang minta THR ke Rudi (Rudi Rubiandini), mana ada itu. Tapi saya jelaskan salah, tidak jelaskan juga salah. Ya akhirnya saya hadapi saja. Kita harus berani tanggung jawab," saran Sutan lagi.[dem]


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya