Di tengah perkembangan situasi politik dan keamanan Yaman yang belum sepenuhnya kondusif, Kedutaan Besar Republik Indonesia baru-baru ini bekerja sama dengan Federasi Pencak Silat Yaman menggelar Kejuaraan Pencak Silat.
Kejuaraan tingkat nasional pertama itu digelar akhir pekan lalu, 28 dan 29 Desember 2013.
KBRI Sanaa melaporkan, sebanyak 40 pesilat dari enam provinsi di Yaman mengikuti kejuaraan itu. Para peserta berasal dari Ibukota Sanaa, Provinsi Sanaa, Taiz, Hudaidah, Lahej, dan Hadhramaut.
Sebelum maju ke tingkat nasional yang diselenggarakan di Sanaa, para pesilat tersebut telah mengikuti penyisihan di masing-masing provinsi.
Juga dilaporkan bahwa kejuaraan tersebut dihadiri dan didukung penuh Menteri Pemuda dan Olahraga Yaman Muhammad Mutahar al-Iryani.
Menpora al-Irsyani menyampaikan penghargaan atas upaya penyelenggaraan Kejuaraan Pencak Silat, seni bela diri asli Indonesia, serta mengharapkan bantuan Indonesia untuk mengirimkan pelatih dari Indonesia, agar Pencak Silat dapat berkembang lebih baik lagi di Yaman.
Sementara Dubes RI, Wajid Fauzi, mengatakan, pelaksanaan Kejuaraan Pencak Silat merupakan bukti kuat hubungan budaya rakyat Indonesia dan Yaman.
"Untuk itu KBRI Sana'a akan terus mendukung pelatihan dan pengembangan Pencak Silat agar dapat tersebar di berbagai wilayah di Yaman. KBRI juga akan berupaya mendatangkan pelatih dari Indonesia guna memberikan pelatihan Pencak Silat kepada masyarakat Yaman," ujar laporan KBRI Sanaa yang disampaikan Pelaksana Fungsi Protkons Pensosbud KBRI Sanaa, Bahana Menggala Bara.
Dalam Kejuaraan tersebut, Pesilat Indonesia, Muhammad Rizki yang tampil mewakili ibukota Sana'a berhasil menjadi juara pertama Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Pertama di Yaman untuk kelas 55 kg.
[dem]