Berita

Akuisisi PGN Janggal, FSP Akan Surati Menteri BUMN

SELASA, 31 DESEMBER 2013 | 17:23 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu akan mengirimkan nota protes kepada Menteri BUMN terkait akuisisi PT Pertamina Gas (Pertagas) terhadap PT Perusahahaan Gas Negara (PGN). FSP menemukan beberapa kejanggalan terkait akuisisi tersebut.

"Pertama, Pertagas adalah anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sementara PGN adalah perusahaan BUMN yang sudah Tbk (terbuka). Menjadi pertanyaan besar anak perusahaan mengakuisisi perusahaan Tbk," ujar Wakil Ketua FSP, Tri Widodo, kepada wartawan di Jakarta (Selasa, 31/12).

Tri menyebut, PGN yang berlabel Tbk jelas lebih terjamin dan unggul dibandingkan dengan Pertagas yang belum Tbk.  


"Pertagas masih perusahaan tertutup. Segala sesuatu keterbukaannya kurang dijamin," kata Tri.

Kejanggalan kedua, kata Tri lagi, terkait skala perusahaan. Dari laporan keuangan, PGN memiliki pendapatan empat kali lipat dibandingkan Pertagas. Di PGN, pemerintah memiliki saham 55 persen dan beraset 3,77 miliar dolar AS dan menyumbangkan dividen Rp 4,9 triliun pada 2013.

"Sedangkan Pertamina dan anak perusahannya termasuk Pertagas dengan aset mencapai 40,882 miliar Dolar AS hanya menghasilkan Rp 7,7 triliun pada 2013. Tentu ini menunjukkan dan kebocoran dalam pengelolaannya," kata Tri.

Ketiga, Pertagas dan PGN memiliki fokus bisnis yang berbeda. Pertagas fokus ke minyak sementara PGN fokus kepada gas.

"Kenapa gas harus dimasukkan ke dalam Pertamina? Padahal ini sudah punya fokus bisnisnya masing-masing. Kita harapkan kalau memang ada yang harus dikerjasamakan itu dengan metode kinerja BUMN saja sudah cukup. Minta bantuan saja ke PGN, nggak perlu PGN diakusisi Pertamina," kata Tri sambil menginformasikan nota protes kepada menteri BUMN akan dikirimkan usai perayaan Tahun Baru 2014.[dem]


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya