Berita

ilustrasi/net

Dunia

Pengungsi Palestina: Indonesia Saudara yang Jauh yang Selalu Memperhatikan Kami

SELASA, 31 DESEMBER 2013 | 16:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Adara Relief International bersama Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) dan Pelajar Islam Indonesia (PII) mengunjungi langsung para pengungsi asal Palestina di Jordania guna memberikan keceriaan kepada mereka terutama anak-anak dan perempuan. Kegiatan ini dilakukan sejak 27 Desember 2013 sampai 3 Januari 2014.

"Adara dan dua organisasi lainnya turun langsung ke rumah-rumah para pengungsi sehingga kita dapat mengetahui bagaimana kondisi para pengungsi, selain itu kita berupaya untuk mengumpulkan anak-anak dan para janda untuk mengadakan sebuah acara. Acara ini sebagai hiburan untuk mereka dan Adara akan membagi keceriaan dengan memberikan sedikit bingkisan dari bantuan raykat Indonesia yang kami kumpulkan," ujar perwakilan Adara, Latifah Hariri, di Amman, kemarin waktu Jordania.

Perempuan yang akrab disapa Teh Ipun ini mengatakan ada 2 juta pengungsi Palestina di Jordania, sedangkan penduduk Jordania sendiri diperkirakan berjumlah 6 juta jiwa. Ada 10 daerah pengungsi Palestina yang ada di Jordania, salah satunya adalah Zarqo.


Saat kunjungan pertama di pengungsian yang kumuh, Adara berkesempatan ke rumah seorang janda Ummu Fatmah yang memiliki tujuh anak, dan anak bungsunya berumur 4,5 tahun sampai saat ini belum bisa berdiri dikarenakan mengalami gizi buruk. Ummu Fatmah tetap berusaha sekuat tenaga membesarkan anak-anaknya.

"Adara memberikan bingkisan kepada keluarga Ummu Fatmah dan insyaa Allah bantuan lainnya segera menyusul," jelas pimpinan lembaga Pesantren Ummu Habibah, Tangerang Banten ini.

Kunjungan rombongan selanjutnya menemui Ummu Layali. Pengungsi asal Nablus Palestina dari keluarga miskin itu memiliki tiga anak.  Saat tim Adara, KNRP dan PII berkunjung ke rumah yang sangat sederhana, kecil dan memprihatinkan namun sangat bersih dan rapih. Suami Ummu Layali sedang sakit, namun tetap memaksakan diri untuk menemui rombongan.

"Bahkan sang suami yang sakit ini sangat memuliakan tamu, sampai-sampai kita 'ditahan' pulang untuk sekedar minum teh padahal kehidupan mereka sangat memprihatinkan. Kepada kami suami Ummu Layali mengatakan, 'Anda Saudara kami yang jauh, yang selalu memperhatikan kami bangsa Palestina," tutup Teh Ipun seperti tertulis dalam pesan elektroniknya yang diterima redaksi sesaat lalu (Selasa, 31/12).[dem]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya