Berita

Dunia

Pasca Insiden Bom Bunuh Diri, Rusia Perketat Keamanan Jelang Pergantian Tahun

SELASA, 31 DESEMBER 2013 | 10:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ledakan bom di tempat umum terjadi di kota Volgograd, Rusia, pada kurun waktu dua hari belakangan ini. Kemarin (Senin, 30/12), sebuah bom bunuh diri meledak di dalam bus listrik yang tengah dipadati sejumlah penumpang di kota tersebut. Akibatnya, 15 orang tewas dalam kejadian tersebut.

Dari 15 korban tewas tersebut, berdasarkan data terbaru dari badan kesehatan setempat, tiga di antaranya tewas ketika dilarikan ke rumah sakit akibat luka kritis yang dialaminya.

Sementara korban selamat berjumlah 41 orang, 27 di antaranya tengah menjalani perawatan di rumah sakit karena luka yang dialami. Satu di antara 27 korban luka tersebut adalah seorang bayi berusia sekitar 3-5 tahun yang mengalami koma.


Insiden peledakan di dalam bus terjadi sehari selang peledakan bom bunuh diri yang terjadi di pintu masuk lorong stasiun kerea api di kota yang sama. Pada Minggu (29/12), sebuah bom bunuh diri juga terjadi di depan pintu stasiun dekat dengan pendeteksi logam. Akibat kejadian tersebut, 17 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Pelaku aksi bom bunuh diri tersebut diidentifikasi adalah seorang wanita.

Dari total dua ledakan bom yang terjadi dua hari berturut-turut di kota Volgograd tersebut, Wakil Kepala Kementerian Darurat, Valdimir Stepanov menyebut bahwa total korban tewas mencapai 32 orang.  "Berdasarkan laporan terbaru, 104 orang terluka dalam dua kejadian tersebut, 32 orang tewas," katanya seperti dikutip Russia Today.

Sementera itu, Menteri Luar Negeri Rusia menghubungkan insiden tersebut dengan serangan teroris di Amerika Serikat, Suriah atau di manapun yang diorganisir oleh sebuah kelompok dengan motivasi yang sama dibalik kelompok tersebut.

"Serangan ini adalah upaya lain yang dilakukan oleh teroris untuk membuka front internal, menyebarkan kepanikan dan kekacauan, serta menyebabkan kebencian dan konflik antar agama di Rusia," katanya dalam sebuah pernyataan yang dipublikasi di situs resmi Kementerian Luar Negeri.

Dua insiden tersebut dipastikan merupakan serangan bom bunuh diri dan bukan ledakan yang dikendalikan dari jarak jauh. "Investigator yakin bahwa waktu dan tempat dari serangan teroris telah diseleksi, karena jalur bus listrik digunakan oleh banyak orang," kata jurubicara Komite Investigasi Rusia, Vladimir Markin.

Markin menambahkan bahwa pihaknya yakin dua serangan tersebut memiliki keterkaitan. Kedua bom yang digunakan memiliki ciri-ciri yang sama. Keduanya dilapisi dengan fragmen logam yang identik.

Demi menghindari kejadian serupa terjadi kembali di Rusia, Kepala Departemen Keamanan Regional, Aleksey Mayorov mengatakan bahwa keamanan akan lebih diperketat di sejumlah wilayah terutama di ibukota Moscow yang menjadi pusat keramaian perayaan tahun baru 2014.

"Kami akan memeriksa kembali fokus kami dengan pendekatan di tempat-tempat yang banyak orang berkumpul, baik bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi darat maupun bawah tanah," katanya.

Peningkatan keamanan serupa juga dilakukan oleh Komite Antiterorisme di seluruh Rusia. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya