ILUSTRASI/NET
ILUSTRASI/NET
"Saat ini parpol di luar Partai Hanura sedang wait and see melihat hasil pemilu legeslatif yang akan datang, atau sedang menakar elektabilitas tokoh lain yang juga popular di masyarakat," kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, Senin malam (30/12)
Menurut dia, bisa jadi tokoh non-parpol akan melejit jika memang memiliki modal sosial dan politik yang tinggi. Sebaliknya, tokoh partai yang "kebetulan" menjadi ketua umum parpol juga memiliki previledge karena posisinya amat menentukan di partai. Sosok seperti ini bisa punya peluang digaet oleh parpol besar guna melengkapi persyaratan prosentasi suara koalisi parpol untuk mencalonkan pasangan capres-cawapres sendiri.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47
UPDATE
Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59
Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50
Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25
Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59
Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45
Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23
Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57
Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38
Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19
Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57