Pihak militer Thailand tidak sedang melakukan persiapkan untuk melancarkan kudeta atas pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Hal tersebut ditegaskan Wakil Jurubicara Militer, Winthai Suwaree, sore ini (Senin, 30/12).
Seperti dikabarkan media setempat, Bangkokpost, konfirmasi itu dilakukan untuk mematahkan spekulasi di berbagai media lokal yang menyebut bahwa pihak militer tengah bersiap melakukan kudeta. Suwaree menyebut bahwa spekulasi tersebut adalah rumor yang tidak mendasar.
Selain itu, Kepala Angkatan Darat, Jenderal Prayuth Chan-ocha menyebut bahwa konfirmasi tersebut dimaksudkan agar rakyat Thailand dapat merayakan tahun baru tanpa adanya keresahan dan kekhawatiran akan rumor kudeta yang beredar.
Rumor kudeta militer tersebut muncul pasca gejolak politik yang terjadi di Thailand. Hal tersebut bermula dari aksi protes yang dipelopori oleh partai oposisi yang meyuarakan agar Yingluck Shinawatra mundur dari kursi Perdana Menteri karena dituding membawa kepentingan sang kakak, mantan PM Thailand, Thanksin Shinawatra, ke dalam pemerintahan. Akibat desakan demonstran, Yingluck membubarkan parlemen pada 9 Desember lalu dan merencakan pemilu legislatif pada 2 Februari 2014 mendatang.
Namun pihak oposisi tidak puas dengan keputusan tersebut dan menegaskan akan tetap menyuarakan protes yang sama serta melakukan boikot atas pemilu. Pihak oposisi menyebut bahwa pemilu tersebut merupakan upaya Yinluck untuk tetap melanggengkan kekuasaanya di Thailand.
[dem]