Sedikitnya 14 orang tewas dalam ledakan yang terjadi di sebuah bus listrik di kota Volgograd Rusia pada Senin pagi (30/12). Insiden tersebut terjadi selang satu hari setelah serangan bom bunuh diri yang terjadi di stasiun kereta api di kota yang sama.
Komite Investigasi Rusia, Vladimir Markin mengkonfirmasi bahwa insiden di bus listrik yang merupakan komoditas transportasi negara tersebut tersebut ada kaitannya dengan ledakan bom bunuh diri di stasiun kereta api yang terjadi kemarin (Minggu, 29/12). Ia juga mengkonfirmasi bahwa ledakan bus tersebut juga merupakan ledakan bom bunuh diri. Pelaku bom bunuh diri diidentifikasi adalah seorang laki-laki.
Selain korban tewas, 27 lainnya luka-luka dan dua diantaranya berada dalam kondisi kritis.
Seperti dikabarkan
Russia Today hari ini, Markin menyebut bahwa berdasarkan investigasi sementara, kekuatan ledakan bus tersebut setara dengan 4 kilogram TNT.
Peneliti Institut Strategis Rusia, Arthur Atayev menganalisa bahwa sejumlah ledakan yang terjadi di kota Volgograd dilakukan untuk menciptakan ketidakstabilan terutama jelang Olimpiade Musim Dingin di Sochi.
Selain itu, mantan anggota pasukan keamanan khusus Alpha Rusia, Aleksey Popov meyakini bahwa alasan yang memungkinkan dari dilakukannya serangan tersebut adalah untuk mencegah datangnya orang-orang ke Olimpiade Sochi yang akan digelar awal Februari 2014 mendatang.
"Semua serangan di Volgograd merupakan bagian dari rantai yang sama," katanya.
Namun ia juga menuturkan keyakinannya bahwa serangan tersebut tidak akan mengurungkan niat orang-orang untuk datang ke Sochi yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan olimpiade tersebut.
"Tapi saya yakin bahwa hal tersebut tidak akan memberikan dampak apapun pada Olimpiade dan orang-orang yang telah berencana datang, akan tetap datang. Mereka aman karena hampir $2 miliar telah dialokasikan untuk menjamin keamanan," terangnya.
Sehari sebelumnya, sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi di depan pintu masuk lorong stasiun kereta api di Volgograd dan menewaskan 17 orang. Pelaku bom bunuh diri di stasiun tersebut diidentifikasi adalah seorang wanita yang memiliki keterkaitan dengan pelaku pemboman yang terjadi di kota yang sama pada Oktober lalu. [rus]