Berita

ali masykur musa/net

Cak Ali: Saya Belum Siapa-siapa Dibanding Gus Dur

SENIN, 30 DESEMBER 2013 | 16:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tidak banyak di negeri ini tokoh-tokoh yang memperjuangkan nilai-nilai pluralisme. Padahal di Indonesia yang majemuk ini, nilai-nilai pluralisme harus diperkokoh. Itulah yang menjadi kerisauan Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Ali Masykur Musa saat menerima anugerah Tokoh Pluralisme 2013 dari Lembaga Pemilih Indonesia di Galeri Coffee TIM, Jakarta (Senin, 30/12).

Kerisauan itu diungkapkan Cak Ali dengan bertanya apakah pluralisme di Indonesia masih dapat dipertahankan.

"Apakah pluralisme dan kemajemukan ke depan akan terus terjaga bahkan akan diperkokoh?," usik Cak Ali pada hadirin.


Cak Ali menambahkan bahwa kita harus mengingat-ingat pesan Gus Dur bahwa bila kita melakukan kebaikan-kebaikan dengan ikhlas atas nama kemanusiaan, maka orang tidak akan bertanya apa agama kita. Semangat pluralisme dan humanisme yang tercermin dari tuturan Gus Dur inilah yang musti menjadi sikap dan perilaku kita.

Terkait dengan pemberian anugrah Tokoh Pluralis 2013, Cak Ali mengaku sebenarnya merasa belum pantas menerima penghargaan dari lembaga yang digawangi Boni Hargens tersebut.

"Saya belum pantas sebetulnya menjadi salah satu tokoh pluralis karena buat saya, saya belum ada apa-apanya, sepertitik kukunya Gus Dur untuk bicara kemanusiaan, dan penerima penghargaan lainya, Megawati, Jokowi, Prabowo, Surya Paloh, Hary Tanu. Saya hanyalah salah seorang anak bangsa yang terus berusaha memperjuangkan kemajemukan sebisa saya," ungkap Cak Ali.

Cak Ali mengapresiasi usaha LPI yang menyelenggarakan acara tersebut sebagai upaya mendorong para tokoh-tokoh bangsa untuk lebih peduli dengan nilai-nilai pluralisme di Indonesia. Calon Presiden Konvensi PD menegaskan, tidak ada negara Indonesia tanpa pluralistik agama, etnik, suku, dan kultur. Karena pluralistik itulah Indonesia menjadi negara besar.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya