Berita

ilustrasi/net

Setelah Ditimpa Bencana, Harapan Masyarakat Filipina Sambut 2014 Semakin Tinggi

SENIN, 30 DESEMBER 2013 | 14:24 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Setelah sejumlah bencana yang terjadi jelang akhir tahun di Filipina, rupanya mayoritas masyarakat Filipina masih memiliki harapan besar dalam menyambut tahun 2014 mendatang. Mayoritas dari mereka memilih menyambut tahun baru dengan harapan  daripada ketakutan.

Setidaknya hal tersebut yang terungkan dari hasil survei yang baru dirilis oleh lembaga survei Filipina Social Weather Stations atau SWS seperti diberitakan media setempat, Philstar, pada Senin (30/12).

Dalam hasil survei ditemukan bahwa 94 persen masyarakat Filipina memilih menyambut tahun baru 2014 dengan harapan daripada ketakutan. Angka tersebut meningkat dibandigkan tahun lalu.


"Dibandingkan dengan masyarakat yang memasuki tahun 2013 dengan harapan, persentase mereka yang akan memasuki tahun 2014 dengan harapan meningkat di wilayah Mindanao, namun hampir tidak jauh berubah di tiga wilayah lainnya," kata keterangan SWS.

Angka tersebut diperoleh setelah dilakukan jajak pendapat di wilayah Balance Luzon, Visayas, Mindanao, dan ibukota Manila.

Di wilayah Balace Luzos, angka harapan masyarakat memasuki tahun 2014 adalah sebesar 97 persen. Sementara di wilayah Visayas mencapai 93 persen. Angka tersebut tidak jauh berubah dari tahun lalu, sekalipun wilayah tersebut pada tahun 2013 telah mengalami sejumlah bencana seperti gempa berkekuatan 7.2 skala richter dan bencana topan Haiyan.

Sementara itu di wilayah Mindanao, 92 persen masyarakat menyambut tahun 2014 dengan harapan. Angka harapan tersebut meningkat dibanding tahun 2012 lalu yang hanya mencapai 85 persen.

Sedangkan di Manila, angka harapan masyarakat menyambut tahun baru mencapai 91 pesen, menurun dibanding tahun lalu yang mencapai angka 93 persen.

Dari rata-rata angka harapan menyambut tahun baru di empat wilayah Filipina tersebut, SWS menyimpulkan bahwa sebanyak 94 persen warga Filipina menyambut tahun baru 2014 dengan harapan. SWS menyebut bahwa angka tersebut tergolong tertinggi, setelah  sebelumnya angka harapan menyambut tahun baru masyarakat Filipina pernah mencapai 95 persen pada tahun 2002 dan tahun 2011.

Angka harapan tersebut juga meningkat dibanding tahun 2012 lalu yang hanya mencapai 92 persen.
 
Survei SWS tersebut rutin digelar setiap jelang pergantian tahun sejak tahun 2000, Survei tersebut dilakukan sejak tanggal 11 hingga 16 Desember 20013 dengan menggunakan metode tatap muka terhadap 1.550 orang dewasa yang menjadi responden. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya