Sedikitnya 16 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di stasiun kereta api Volgograd Rusia pada Minggu (29/12). Hal tersebut dikonfirmasi oleh Komite Nasional Anti terorisme Rusia.
"Berdasarkan informasi yang terverifikasi, ledakan dia stasiun kereta api di Volgograd telah menewaskan 16 orang," kata keterangan Komite tersebut seperti dikabarkan Russia Today, Senin (30/12).
Di samping korban tewas, ledakan yang terjadi pukul 12.45 siang waktu setempat itu juga mengakibatkan 44 lainnya luka-luka. 38 di antaranya dilarikan ke rumah sakit setempat karena mengalami luka serius.
Jurubicara Komite, Vladimir Markin menyebut bahwa insiden tersebut merupakan bagian dari aksi terorisme. Ia menyebut bahwa kekuatan ledakan yang dilakukan di dekat metal detector di stasiun Volgograd tersebut diprediksi setara dengan sedikitnya 10 Kg TNT.
Atas insiden tersebut, otoritas Volgograd menyatakan tiga hari berkabung untuk para korban ledakan. Sementara itu, pelaku peledakan bom bunuh diri pada mulanya diprediksi adalah perempuan.
"Diperkirakan dibawa oleh pelaku bom bunuh diri perempuan," kata keterangan komite.
Perempuan tersebut diidentifikasi sebagai Oksana Aslaovam teman dekat Naida Asiyalova yang juga dikenal dengan nama Amaturahman, perempuan yang berada di balik serangan di Volgograd bulan Oktober lalu.
Namun investigasi lanjutan yang dilakukan menemukan lebih banyak bukti yang menunjukkan bahwa seorang pria juga diduga terlibat dalam serangan tersebut. Hal tersebut terlihat dati sidik jari laki-laki yang ditemukan di pamantik granat yang ditemukan di TKP.
Volgograd merupakan kota yang terletak 690 km di sebelah timur laut dari Sochi dan memiliki penduduk sekitar 1 juta orang. Wilayah tersebut dekat dengan wilayah rawan konflik di Kaukus Utara Rusia. Sejumlah ledakan bom terjadi terutama jelang Olimpiade Musim Dingin di Sochi yang akan digelar pada awal Februari 2014 mendatang.
Sebelumnya, sebuah ledakan bom juga terjadi di kota tersebut pada Oktober lalu, ketika seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan dirinya di bus. Insiden tersebut menewaskan enam orang dan melukai 30 lainnya. Sementara itu pada Jumat lalu sebuah ledakan bom mobil yang dirakit sendiri juga terjadi di Rusia, tepatnya di kota Pyatigorsk dan menewakan tiga orang.
[wid]