Berita

Politik

Cak Ali Kenang Gus Dur Bersama Tokoh Lintas Agama di Bali

MINGGU, 29 DESEMBER 2013 | 15:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Suasana Ashram Gandhi Puri, Klungkung Bali kemarin pagi begitu khidmat. Dalam acara Peringatan 4 Tahun Wafatnya “Bapak Pluralisme” KH Abdurrahman Wahid itu tampak Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Ali Masykur Musa duduk berdampingan dengan beberapa tokoh lintas agama. Pada kegiatan yang diselenggarkan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali ini satu per satu tokoh perwakilan berbagai agama mengenang dan mendoakan sosok Gus Dur.

"Gus Dur mengajarkan kita untuk saling menyayangi. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik, orang tak pernah bertanya apa pun agamamu," ujar Ida Bagus Gede Wiyana, Ketua FKUB Bali.

Senada dengan pendapat diatas, Ali Masykur Musa menceritakan, Gus Dur yang wafat pada 30 Desember 2009 adalah bapak bangsa Indonesia, bukan dimiliki hanya satu golongan saja. Oleh karena itu, perihal yang wajar apabila kerinduan terhadap Presiden RI ke-4 ini dirasakan semua kalangan masyarakat bangsa ini.


"Masyarakat mencintai Gus Dur karena Gus Dur mencintai masyarakat. Gus Dur mencintai kemanusiaan," ujar pria yang menjabat sebagai Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI itu.

Cak Ali, panggilan akrabnya, memberikan kesaksian bagaimana Gus Dur mewariskan semangat kebangsaan kepada kita semua. Bagi almarhum, setiap orang—apa pun latar belakang agama, suku, kelompok, dan golongannya—harus dihormati harkat martabatnya. Keindonesiaan adalah kemajemukan yang dirajut dengan kesetaraan dan keadilan yang tak boleh diciderai, apalagi dengan kekerasan.
"Upacara peringatan ini adalah sebuah upaya bahwa kami ingin kebhinekaan di Indonesia itu tidak boleh luntur. Kami tergerak untuk mengembalikan semangat dan kesadaran supaya lebih menghargai adanya perbedaan serta tidak terjebak dalam gerakan intoleransi," terang seperti tertulis dalam keterangan persnya.

Tokoh muda NU yang juga menjadi Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat ini meneruskan, Gus Dur sebagai pemimpin bangsa bekerja tanpa lelah melindungi kelompok yang terpinggirkan oleh arogansi kekuasaan. Politik di tangan Gus Dur diarahkan untuk memastikan keadilan dalam semua bidang dan tingkatan. Sikap itu sangat diperlukan di tengah kecenderungan politik yang menjadi dangkal, praktis, dan hanya berorientasi kekuasaan.

"Di era kepemimpinan Gus Dur, perbedaan di masyarakat, baik itu suku, agama, ras, dan antar golongan, sangat dihargai. Gus Dur memberikan teladan kepada kita tentang pentingnya membangun kehidupan bangsa yang damai, adil, dan saling menghormati. Cita-cita Gus Dur itu harus terus kita perjuangkan," tegas Cak Ali yang pada akhir acara itu ikut menandatangani Prasasti Kerukunan Umat Beragama bersama para tokoh agama yang lain.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya