Berita

toto zaini asmarahadi/rmol

Keluarga Inggit: Film Soekarno Menyakiti Hati Kami

MINGGU, 29 DESEMBER 2013 | 09:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kini giliran keluarga Inggit Ganarsih memprotes film Soekarno yang disutradarai Hanung Bramantyo dan diproduksi Tripar Multivision Plus milik Raam Punjabi.

"Saya kira motif utama mereka (Raam dan Hanung) sekadar mencari uang. Silakan saja. Tapi jangan merusak cerita tentang kehidupan seorang tokoh, apalagi Bung Karno yang saya anggap sebagai guru besar politik saya," ujar Tito Zaini Asmarahadi.

Tito Zaini Asmarahadi adalah anak pasangan Asmarahadi dan Ratna Djuami. Ayahnya adalah salah seorang teman baik Bung Karno, pujangga dan jurnalis di zaman revolusi. Asmarahadi menemani Bung Karno dalam pembuangan di Ende. Sementara Ratna Djuami adalah anak angkat Bung Karno dan Inggit Ganarsih yang juga ikut menemani dalam pembuangan di Ende dan Bengkulu.


Tito lahir dalam pengungsian di Jogjakarta tahun 1947. Saat itu ayah dan ibunya ikut bersama Bung Karno yang harus memindahkan ibukota negara ke Jogjakarta.

Bungsu dari enam bersaudara itu merawat Inggit Ganarsih sampai Inggit meninggal dunia tahun 1984. Dari Inggit, ayah dan ibunya, Tito kerap mendengarkan kisah mengenai kehidupan dan perjuangan Bung Karno. Asmarahadi meninggal dunia pada 1976, sementara Ratna Djuami meninggal dunia bulan Juni 2013 lalu.

Dari promo film Soekarno, Tito menemukan banyak kekeliruan yang tidak faktual. Misalnya adegan Bung Karno hendak mencium gadis Belanda Mien di tepi sebuah kali. Dramatisasi ini dinilai imajinatif dan terlalu berlebihan. Dia juga menerima keluhan lain dari banyak pihak yang sudah menonton film itu.

"Saya diundang untuk menghadiri launching film itu. Tetapi karena banyak kekeliruan di promo film itu, saya malas datang. Saya sudah menduga banyak hal yang dibuat melenceng," kata Tito lagi dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka Online di rumah Inggit Ganarsih di Bandung (Sabtu, 28/12).

Dia juga mengatakan, flm Soekarno karya Hanung itu merusak citra Inggit Ganarsih karena menggambarkan Inggit sebagai sosok perempuan yang temperamental dan tak segan melempar Bung Karno dengan piring dan sandal.

"Film itu menyakiti hati kami," demikian Tito Zaini Asmarahadi. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya