Berita

ilsutrasi/net

Protes Disebut Kelompok Teroris, IM Turun ke Jalan dan Bentrok dengan Polisi

SABTU, 28 DESEMBER 2013 | 15:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Massa pendukung Ikhwanul Muslimin terlibat bentrokan dengan kepolisian Mesir pada Jumat (27/12).

Betrokan tersebut, sebagaimana dilansir Reuters, bermula dari aksi protes massa yang menolak pernyataan pemerintah yang menyebut bahwa Ikhwanul Muslimin adalah kelompok teroris. Pernyataan pemerintah tersebut juga didukung oleh pihak militer.

Aksi protes yang dilaksanakan pasca sholat Jumat hingga Jumat Malam tersebut menewaskan sedikitnya empat orang dan menyebabkan 87 lainnya luka-luka. Bentrokan terjadi di Kairo dan empat kota lainnya di Mesir.


Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Mesir, korban tewas pertama adalah remaja pendukung Ikhwanul Muslimin berusia 18 tahun yang tertembak di kota Damietta. Korban tewas selanjutnya terdapat di Minya, Kairo, dan terakhir di Aswan. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai korban tewas tersebut.

Selain itu, pasukan bersenjata juga menahan sedikitnya 265 massa pendukung Ikhwanul Muslimin, termasuk 28 orang wanita di antaranya.

Untuk diketahui, Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai organisasi teroris setelah 16 orang tewas dalam serangan bunuh diri di pos polisi di Mansoura Kairo Utara pada Selasa (24/12) lalu.

Serangan bom dan pernyataan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris terjadi jelang dibentuknya referendum konstitusi baru Mesir yang dijadwalkan akan digelar pada 14-15 Januari 2014 mendatang. Rancangan konstitusi tersebut akan melarang partai-partai keagamaan dan menempatkan kekuatan yang lebih di tangan militer.

Pembentukan referendum konstitusi baru tersebut menyusul tumbangnya pemerintahan Morsy yang digulingkan dengan kudeta pada Juli lalu. Sejak saat itu, situasi politik di Mesir menjadi tidak stabil. Hampir setiap hari ada aksi protes yang dilakukan masyarakat ataupun kelompok masyarakat. Tidak sedikit diantaranya berujung dengan kekerasan ataupun serangan bom. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya