Berita

megawati soekarnoputri

Cap Jempol Darah sudah Disiapkan untuk Mega...

JUMAT, 27 DESEMBER 2013 | 06:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bila tidak ada aral melintang, ratusan orang direncanakan berkumpul di Rengas Dengklok, Jawa Barat, pada tanggal 8 Januari 2014 nanti.

Pertemuan di Rengas Dengklok itu memiliki tujuan tunggal, mendukung dan meminta kesediaan Megawati Soekarnoputri bersedia dicalonkan sebagai presiden dalam pemilihan presiden mendatang.

Sejumlah pengurus PDI Perjuangan dan anggota DPR RI dari partai itu disebutkan akan hadir. Namun sejauh ini belum diperoleh informasi lebih detil mengenai siapa saja pengurus PDIP dan anggota DPR RI dari PDIP yang akan hadir pada kegiatan itu.


Informasi yang diperoleh juga menyebutkan selain orasi politik dan membacakan deklarasi "Megawati for President", peserta pertemuan juga akan membubuhkan cap jempol darah sebagai tanda dukungan dan kesetiaan.

Gerakan mendukung Megawati sebagai presiden di internal PDIP semakin menguat belakangan ini menyusul popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang tak terbendung.

Rengas Dengklok sengaja dipilih, karena tempat ini memiliki arti yang cukup sakral dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Dinihari 16 Agustus 1945, kelompok pemuda yang dipimpin Soekarni, Wikana dan Chaerul Saleh, membawa Bung Karno dan Bung Hatta ke rumah Djiaw Kie Siong di Rengas Dengklok. Di tempat itu Bung Karno dan Bung Hatta dipaksa untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia secepatnya.

Bung Karno dan Bung Hatta seperti beberapa tokoh senior lain telah merencanakan pembacaan pernyataan kemerdekaan dalam sebuah sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dianggap oleh kelompok pemuda sebagai badan buatan Jepang.

Penculikan berlangsung kurang dari 24 jam. Malam hari, Bung Karno dan Bung Hatta kembali ke Jakarta. Proklamasi kemerdekaan Indonesia pun dibacakan keesokan harinya di kediaman Bung Karno di Pegangsaan Timur, Jakarta. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya