Berita

ilustrasi/net

Nusantara

Besok Himad Prelang Datangi Hendarman Supandji

KAMIS, 26 DESEMBER 2013 | 21:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Himpunan Masyarakat Adat Pulau-pulau Rempang Galang (Himad Prelang) Batam, Kepulauan Riau akan mendatangi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Hendarman Supandji untuk mempertanyakan penyelesaian konflik tanah Pulau-pulau Rempang Galang.

"Ada delapan orang pengurus Himad Purelang yang akan menjalin silaturahmi dengan Kepala BPN besok," ujar Ketua Umum Himad Purelang, Blasius Josep, dalam pesan elektroniknya yang diterima redaksi (Kamis, 26/12).

Kepada Hendarman Supandji, Himad Purelang akan meminta penjelasan mengenai kinerja Tim 13 dalam menyelesaikan konflik tanah yang dialami masyarakat Buleleng, sebagai tindaklanjut atas keputusan Komisi II DPR RI. Sebelumnya. Komisi II DPR merekomendasikan penyelesaian konflik tanah Buleleng dijadikan prioritas Tim 13 atau Tim Pengkajian dan Penanganan Kasus Pertanahan yang Berpotensi Konflik Strategis.


Dalam silaturahmi nanti, kata Blasius, pihaknya juga akan mempertanyakan perkembangan mengenai Sertifikat Hak Milik bagi warga atas tanah di Pulau-pulau Rempang Galang kepada Hendarman. Permintaan penerbitan SHM sudah pernah disampaikan warga kepada BPN beberapa tahun lalu karena mereka sejak lama menggarap tanahnya.

"Kami juga mempertanyakan nasib bagaimana kelanjutan permohonan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang kami ajukan dari tahun 2008 lalu," ujarnya.

Belum lama ini kata Blaisius, BPN telah menyelesaikan 75 kasus dari  82 kasus prioritas sengketa pertahanan dari yang harus selesai sampai akhir 2013 ini. Untuk itu, katanya lagi, besok pihaknya juga akan mengulas mengenai ihwal tersebut.

"Kami juga akan mempertanyakan 75 kasus yang sudah selesai itu dimana saja. Apakah Himad ada didalam kasus selesai itu," pungkasnya.[dem]


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya