Berita

adhie m. massardi/net

Disesalkan, SBY Ucapkan Natal Hanya via Twitter

RABU, 25 DESEMBER 2013 | 11:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Di tengah semakin merosotnya toleransi dan nilai-nilai Pancasila, sunguh tidak layak Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden RI yang memberikan ucapan selamat Natal hanya melalui akun twitter.
 
Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan di negara berlandaskan Pancasila yang menghormati perbedaan dan menjaga kebhinekaan, Yudhoyono alias SBY seharusnya memberikan ucapan Natal bagi umat Kristiani melalui forum resmi negara, menggunakan podium berlambang Presiden RI dan dilakukan di Istana.
 
Demikian disampaikan Sekjen MKRI (Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia) Adhie M Massardi kepada wartawan siang ini (25/12) di Jakarta.
 

 
Seperti diberitakan, lewat akun twitter @SBYudhoyono, hari ini Presiden menulis:
Semoga Natal membawa sukacita, pengharapan baru serta damai di hati dan di tanah air kita, selamat hari natal bagi yang merayakan.
 
Menurut jubir presiden era Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) ini, karena semua agama sama kedudukannya di hadapan Konstitusi UUD 1945, maka Presiden sebagai Kepala Negara cukup mengatakan: Selamat merayakan Natal bagi seluruh umat Kristiani. Tidak perlu ada embel-embel “bagi yang merayakan” segala.
 
Adhie mengaku sangat prihatin melihat belakangan pemahaman SBY terhadap demokrasi dan pluralisme kian meredup. Terbukti dari disiapkannya tim kuasa hukum untuk menghadapi para pengeritiknya, serta pembiaran terhadap Ruhut Sitompul, jubir Partai Demokrat yang dipimpinnya, mengumbar pernyataan kebencian (rasis) terhadap etnis kulit hitam kepada analis politik Boni Hargens.
 
Sementara di panggung internasional, ketidakhadirannya dalam upacara pemakaman Nelson Mandela, negarawan besar Afrika Selatan sekaligus pahlawan penghapusan sistem kekuasan rasis (apharteid), merugikan citra rakyat Indonesia dalam pergaulan dunia sebagai bangsa yang menghormati perbedaan.
 
“Padahal dulu Soekarno dan seluruh rakyat Indonesia termasuk yang paling gigih mendorong kemerdakaan Afrika Selatan dan negara-negara terjajah lain di kawasan Asia dan Afrika,” ungkap Adhie.
 
“Padahal Obama, di tengah kesibukan mengurus perekonomian nasionalnya, memerlukan datang menghadiri pemakaman Nelson Mandela,” pungkas Adhie M Massardi.  [zul]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya