Berita

rizal ramli

Kriminalisasi Rizal Ramli Buah Kepanikan SBY

RABU, 25 DESEMBER 2013 | 05:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana pengacara keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melayangkan somasi terhadap ekonom senior DR. Rizal Ramli yang menengarai penunjukkan Boediono sebagai Calon Wakil Presiden pada 2009 sebagai gratifikasi politik setelah membailout Century dinilai sebagai buah kepanikan dan tindakan gegabah.

"Pernyataan Rizal Ramli harusnya dijawab oleh pemerintah dengan mendorong penyelesaian segera kasus Century sehingga orang-orang yang terlibat, tanpa memandang jabatannya, bisa dimintai pertanggungjawaban secara hukum," ujar aktivis 98 Ahmad Kasino kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa malam, 24/12).

Kasino menilai somasi terhadap Rizal Ramli yang direncanakan Palmer Situmorang selaku pengacara keluarga Presiden SBY, sebagai upaya pembungkaman dan kriminalisasi terhadap Rizal Ramli yang selama ini dikenal kritis terhadap rezim SBY. Dan tidak menutup kemungkinan, hal yang sama akan dialami para pengkritik SBY lainnya.


"Tindakan SBY melalui pengacaranya merupakan kemunduran bagi demokrasi kita. Karenanya kita harus melawannya," seru aktivis Gerakan Indonesia Bersih itu.

Kasino menduga somasi tersebut sebagai buah kepanikan seiring penyelesaian sejumlah kasus korupsi yang sudah mulai menyentuh wilayah kekuasaan. Bungsu Presiden SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono, misalnya disebut mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, menerima uang 200 ribu dolar AS dari Nazaruddin. Yang terbaru, terungkapnya dokumen dan pengakuan saksi dalam persidangan di Tipikor mengenai peranan Sylvia Soleha alias Bu Pur yang punya kedekatan dengan Ibu Negara dalam pengaturan proyek Hambalang.

Untuk itu Kasino pun mengajak upaya pemberantasan korupsi terus dilakukan tanpa pandang bulu.

"Semua elemen bangsa harus terus melakukan dan mendorong pemberantasan KKN yang dilakukan penguasa karena sangat merugikan Negara dan mengakibatkan rakyat sengsara," seru Kasino lagi.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya