Berita

Fouad Twal/net

Dunia

Uskup Agung Palestina Serukan Perdamaian di Timur Tengah

SELASA, 24 DESEMBER 2013 | 18:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ratusan jemaat dan turis dari seluruh dunia berbondong-bondong menuju tempat yang diyakini sebagai lokasi kelahiran Yesus Kristus di Bethlehem pada Selasa (24/12).

Seperti dikabarkan AFP, pemimpin umat Katolik, Uskup Agung Fouad Twal di Jerussalem akan memimpin prosesi ke Bethlehem dan merayakan misa di kota suci. Prosesi tersebut rencananya juga  dihadiri oleh Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dan sejumlah pejabat penting lainnya.

Dalam pesan Natalnya pekan lalu, Uskup Agung, Fouad Twal menyebutkan keprihatinannya bahwa perayaan Natal tahun ini digelar di tengah konflik dan bencana alam yang menimpa umat kristiani di berbagai belahan dunia.


Ia menyebut keprihatinannya atas bencana topan haiyan yang melanda Filipina pada awal November lalu, sehingga menyebabkan umat kristiani yang menjadi korban terpaksa merayakan Natal dengan keterbatasan.

Selain itu, ia juga menyebut tentang permasalahan Israel dan Palestina yang turut menyebabkan masyarakat menderita. Uskup Agung Twal menyebut bahwa perjanjian damai yang kembali dimulai oleh Palestina dan Israel dengan inisiasi dari Amerika Serikat pada Juli lalu setelah terhenti selama tiga tahun, menghadapi hambatan terutama oleh pembangunan pemukiman Israel.

"Selama masalah ini tidak diselesaikan, orang-orang di wilayah kita akan menderita," katanya sambil menambahkan bahwa konflik Israel-Palestina merupakan salah satu sumber ketidakstabilan di wilayah timur tengah.

Ia juga mengutarakan keresahannya atas konflik bersenjata yang terjadi di Suriah dan telah menelan sekitar 126 ribu korban jiwa sejak Maret 2011 lalu.

"Masalah Suriah tidak bisa diselesaikan dengan kekuatan bersenjata," terangnya.

Karena itulah, Uskup Agung menyerukan kepada seluruh pemimpin di dunia agar memikul tanggung jawab untuk menciptakan perdamaian bersama.

"Kami menyerukan kepada seluruh pemimpin politik untuk mengambil tanggung jawab atas solusi politik yang dapat diterima untuk mengakhiri kekerasan dan menegakkan kehormatan atas martabat setiap manusia," katanya.[wid]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya