Berita

rizal ramli/net

Politik

Somasi untuk Rizal Ramli Bukti SBY Kriminalisasi Para Pengkritiknya

SELASA, 24 DESEMBER 2013 | 16:51 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana somasi yang akan dilayangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada ekonom senior Rizal Ramli dikecam banyak kalangan. Rencana somasi tersebut makin menguatkan kecurigaan bahwa penujukkan tim kuasa hukum oleh SBY adalah untuk mengkriminalisasi para pengkritiknya.

"Sejak awal, penunjukan pengacara oleh SBY telah menimbulkan polemik. Dan jika seperti itu, saya kira ujungnya memang akan mengkriminalisasi para pengkritik SBY," ujar Wakil Ketua Indonesia Human Right for Social Justice (IHCS) Ridwan Darmawan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 24/12).

"Jika ini dibiarkan, saya kira tidak sehat bagi Demokrasi kita ke depan," sambung dia.


Ridwan menyebut somasi yang akan dilayangkan kubu SBY kepada Rizal Ramli yang menengarai penunjukan Boediono sebagai calon wakil presiden pada 2009 mendampingi SBY sebagai gratifikasi politik setelah mem-bailout Bank Century sangat rancu dan tumpang tindih dengan penugasan SBY terhadap para pengacara tersebut.

Pasalnya, sebagaimana diakui pengacara SBY, Palmer Situmorang, tindakan-tindakan hukum seperti permintaan klarifikasi atau somasi kepada pihak-pihak penuduh SBY yang dilakukannya berkenaan dengan persoalan-persoalan pribadi SBY, bukan persoalan-persoalan politik dan kebijakan negara yang dikeluarkan SBY.

"Yang dilakukan Rizal Ramli masih dalam konteks mengkritisi SBY sebagai manusia politik, bukan SBY sebagai manusia pribadi. Tidak ada masalah," imbuh Ridwan.

Lebih dari itu, kata Ridwan, somasi yang dilakukan oleh pengacara SBY tersebut berpotensi menjadi tindakan hukum yang prematur. Selain itu, somasi juga berpotensi menghadirkan putusan yang bertentangan dengan proses penindakan kasus bailout Century yang menjadi persoalan pokok somasi.

"Jika di kemudian hari penindakan KPK berujung bahwa Boediono bersalah, maka apa jadinya nasib pernyataan Rizal Ramli," pungkas Ridwan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya