Berita

Politik

Anas Tokoh Paling Dizalimi KPK Tahun 2013

SENIN, 23 DESEMBER 2013 | 20:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tahun segera berganti. Rangkaian peristiwa maha penting terjadi sepanjang tahun 2013 ini. Satu dari peristiwa yang diingat publik terkait penanganan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Sport Center di Bukit Hambalang, Bogor, yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada 22 Februari 2013, KPK mengumumkan meningkatkan penyelidikan kasus dugaan korupsi Hambalang ke penyidikan dengan tersangka Anas Urbaningrum. Pengumuman tersebut menyedot perhatian publik karena Anas saat itu menjabat Ketua Umum Partai Demokrat, partai penguasa.

KPK menjerat Anas dengan dugaan menerima hadiah atau janji berkaitan dengan proses pelaksanaan pembangunan Sport Centre Hambalang atau proyek-proyek lainnya. KPK menyangka Anas melanggar Pasal 12 Huruf a atau Huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU No 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.


Sehari setelah pengumuman oleh KPK, Anas Urbaningrum menyatakan mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat. Keputusan tersebut dipilih Anas bersandar pada standar etik yang dipegangnya, bahwa akan berhenti sebagai Ketua Umum bila ditetapkan tersangka. Tapi, Anas menyatakan dirinya mundur bukan berarti mengakui kesalahan. Dia tetap menegaskantidak terlibat dalam skandal Hambalang dan menyebutnya sebagai tuduhan tak berdasar.

Anas nampaknya tak mau mengungkung dirinya. Setelah mundur dari Partai Demokrat, dia bersama sejumlah koleganya mendirikan organisasi masyarakat (ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI). Menanti ketidakjelasan proses hukum, Anas pun tak bisa memupus kebiasaannya aktif di organisasi. Dalam gebrakan awalnya, PPI cukup membuat kuping elit Demokrat panas. Manuver Anas di PPI bahkan membuat SBY melancarkan serangan secara terbuka.

Anas sudah lama jadi tersangka, tapi selama itu pula perkembangan kasusnya tidak jelas. Padahal KPK sudah memeriksa lebih dari 100 saksi.

Sepekan lagi kita akan memasuki tahun 2014. Pemberitaan perjalanan Anas dan kasus yang ditudingkan KPK sejak Februari lalu masih dinantikan publik. Salah satunya, penjelasan mengenai keterlibatan Anas di Hambalang dan 'proyek-proyek lain' yang dimaksudkan KPK.

KPK tak bisa lagi menutup tuduhan Anas terus samar. Bukankah nama baik Anas hilang setelah KPK mengalungkan status tersangka terhadapnya. Bukankah karena itu pula Anas hilang pekerjaan.

"KPK benar-benar menggantung masa depan dan kehormatan Anas. Anas tokoh paling dizalimi KPK tahun 2013," ucap seorang kawan.[dem]  

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya