Berita

Politik

AMM : Rakyat Menuntut Keadilan Ekonomi

SENIN, 23 DESEMBER 2013 | 18:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Salah satu tujuan bernegara adalah terpenuhinya kesejahteraan hidup yang lebih  baik. Setiap tahun, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, faktor "tingkat kesenjangan" nyaris luput dari perhatian.

Hal ini menunjukkan bahwa negara harus bekerja lebih keras untuk menaikkan kesejahteraan rakyatnya melalui tuntutan keadilan ekonomi.

Demikian  disampaikan oleh Calon Presiden Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa dalam orasinya pada  Musyawarah Nasional BEM PT NU  di STAINU Kebumen (Senin, 23/12).


Menurut Cak Ali, biasa ia disapa, meningkatnya ketimpangan distribusi yang terjadi pasca reformasi adalah ancaman besar bagi kehidupan bangsa kita. Kerimpangan distribusi atau koefisien GINI yang sebelumnya berada pada level 0,3-0,4, saat ini justru naik di posisi 0,41.

Cak Ali mengkhawatirkan, jika hal ini tidak segera teratasi, gelombang gejolak sosial dan politik yang mewabah di berbagai belahan dunia mengalir ke Indonesia.

"Saya sangat tidak mengharapkan hal itu terjadi. Sebelum semuanya terlambat, pemimpin di negara ini harus bekerja keras mewujudkan keadilan sosial," imbuh Cak Ali seperti tertulis dalam keterangan persnya.

Lebiih lanjut dikatakan dia, Negara mempunyai kewajiban untuk mewujudkan keadilan sosial. Oleh karena itu para pemimpin harus mengubah paradigma, yang dulunya hanya  mengejar pertumbuhan ekonomi, sekarang harus dicanangkan upaya peningkatan pemerataan kesejahteraan rakyat seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan dan hukum.

"Di negeri ini tidak boleh ada rakyat yang tinggal. Semua rakyat Indonesia berhak hidup sejahtera. Untuk itu strategi pembangunan yang pro poor harus d tingkatkan," tandasnya.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya