Berita

foto: net

Dunia

KRISIS THAILAND

Oposisi Ganggu Hari Pertama Pendaftaran Peserta Pemilu Legislatif

SENIN, 23 DESEMBER 2013 | 12:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hari ini adalah hari pertama pembukaan pendaftaran kandidat peserta pemilu legislatif Thailand. Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Thailand, Somsak Suriyamongkol, menyebutkan bahwa hingga Senin siang telah ada 35 partai politik yang mendaftar menjadi peserta pemilu.

Seperti dikutip Bangkokpost, Somsak menyebut bahwa partai politik pertama yang mendaftarkan diri untuk ikut pemilihan adalah Partai Demokrat Baru yang mengirim perwakilannya untuk menyerahkan berkas pendaftaran pada pukul 3 dini hari.

KPU membuka pendaftaran untuk pemilu di stadion olahraga Thai-Japanese di wilayah Din Daeng, Bangkok, mulai hari ini hingga Jumat mendatang. Sekitar 40 petugas KPU telah disiagakan di lokasi pendaftaran. Pemilu legislatif dijadwalkan digelar pada 2 Februari 2014 mendatang.


Pembukaan pendaftaran peserta pemilu tersebut ditentang oleh kelompok oposisi yang telah menggelar aksi demonstrasi sejak Minggu (22/12) yang melumpuhkan Bangkok. Sedikitnya 150 ribu demonstran yang dipimpin oleh kelompok oposisi Suthep Thaugsuban menuntut pemerintah Thailand membatalkan rencana pemilu tersebut.

Aksi demonstrasi masih berlanjut hingga Senin pagi, ketika sekelompok demonstran melakukan blokade di lima jalur masuk stadion, sehingga para perwakilan partai tidak dapat masuk untuk mendaftar. Para perwakilan partai tersebut kemudian mengadukan aksi blokade jalan tersebut ke kantor polisi Ding Daeng.

Sedikitnya 26 perwakilan partai politik yang mengadukan pemblokiran jalan ke kantor polisi Ding Daeng. Mempertimbangkan situasi tersebut, KPU Thailand segera memindahkan tempat pendaftaran ke kantor polisi. Pemindahan tersebut disusul dengan pergerakan demonstran ke kantor polisi untuk melanjutkan aksi protesnya.

Aksi protes yang dipelopori oleh partai oposisi tersebut telah berlangsung selama satu bulan belakangan. Mereka menyuarakan agar Yingluck Shinawatra mundur dari kursi Perdana Menteri karena dituding membawa kepentingan sang kakak, mantan PM Thailand, Thanksin Shinawatra, ke dalam pemerintahan. Menanggapi aksi protes tersebut, Yingluck membubarkan parlemen pada 9 Desember lalu dan merencakan pemilu legislatif pada 2 Februari 2014 mendatang.

Namun pihak oposisi tidak puas dengan keputusan tersebut dan menegaskan akan tetap menyuarakan protes yang sama serta melakukan boikot atas pemilu. Pihak oposisi menyebut bahwa pemilu tersebut merupakan upaya Yinluck untuk tetap melanggengkan kekuasaanya di Thailand.

Tudingan oposisi tersebut agaknya tidak meleset. Pasalnya, KPU Thailand pada Senin siang telah melansir dokumen yang menunjukkan bahwa Yinluck telah terdaftar sebagai kandidat anggota legislatif nomor satu dari partainya, yakni Pheu Thai Party.

Sementara mantan Perdana Menteri yang juga adik ipar Yinluck, Somchai Wongsawat, terdaftar sebagai kandidat nomor dua dari partai yang sama. Dengan demikian, keduanya akan ikut memperebutkan kursi legislatif dalam pemilu 2014 mendatang. [ald]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya