Hari ini adalah hari pertama pembukaan pendaftaran kandidat peserta pemilu legislatif Thailand. Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Thailand, Somsak Suriyamongkol, menyebutkan bahwa hingga Senin siang telah ada 35 partai politik yang mendaftar menjadi peserta pemilu.
Seperti dikutip Bangkokpost, Somsak menyebut bahwa partai politik pertama yang mendaftarkan diri untuk ikut pemilihan adalah Partai Demokrat Baru yang mengirim perwakilannya untuk menyerahkan berkas pendaftaran pada pukul 3 dini hari.
KPU membuka pendaftaran untuk pemilu di stadion olahraga Thai-Japanese di wilayah Din Daeng, Bangkok, mulai hari ini hingga Jumat mendatang. Sekitar 40 petugas KPU telah disiagakan di lokasi pendaftaran. Pemilu legislatif dijadwalkan digelar pada 2 Februari 2014 mendatang.
Pembukaan pendaftaran peserta pemilu tersebut ditentang oleh kelompok oposisi yang telah menggelar aksi demonstrasi sejak Minggu (22/12) yang melumpuhkan Bangkok. Sedikitnya 150 ribu demonstran yang dipimpin oleh kelompok oposisi Suthep Thaugsuban menuntut pemerintah Thailand membatalkan rencana pemilu tersebut.
Aksi demonstrasi masih berlanjut hingga Senin pagi, ketika sekelompok demonstran melakukan blokade di lima jalur masuk stadion, sehingga para perwakilan partai tidak dapat masuk untuk mendaftar. Para perwakilan partai tersebut kemudian mengadukan aksi blokade jalan tersebut ke kantor polisi Ding Daeng.
Sedikitnya 26 perwakilan partai politik yang mengadukan pemblokiran jalan ke kantor polisi Ding Daeng. Mempertimbangkan situasi tersebut, KPU Thailand segera memindahkan tempat pendaftaran ke kantor polisi. Pemindahan tersebut disusul dengan pergerakan demonstran ke kantor polisi untuk melanjutkan aksi protesnya.
Aksi protes yang dipelopori oleh partai oposisi tersebut telah berlangsung selama satu bulan belakangan. Mereka menyuarakan agar Yingluck Shinawatra mundur dari kursi Perdana Menteri karena dituding membawa kepentingan sang kakak, mantan PM Thailand, Thanksin Shinawatra, ke dalam pemerintahan. Menanggapi aksi protes tersebut, Yingluck membubarkan parlemen pada 9 Desember lalu dan merencakan pemilu legislatif pada 2 Februari 2014 mendatang.
Namun pihak oposisi tidak puas dengan keputusan tersebut dan menegaskan akan tetap menyuarakan protes yang sama serta melakukan boikot atas pemilu. Pihak oposisi menyebut bahwa pemilu tersebut merupakan upaya Yinluck untuk tetap melanggengkan kekuasaanya di Thailand.
Tudingan oposisi tersebut agaknya tidak meleset. Pasalnya, KPU Thailand pada Senin siang telah melansir dokumen yang menunjukkan bahwa Yinluck telah terdaftar sebagai kandidat anggota legislatif nomor satu dari partainya, yakni Pheu Thai Party.
Sementara mantan Perdana Menteri yang juga adik ipar Yinluck, Somchai Wongsawat, terdaftar sebagai kandidat nomor dua dari partai yang sama. Dengan demikian, keduanya akan ikut memperebutkan kursi legislatif dalam pemilu 2014 mendatang.
[ald]