Berita

Politik

Publik Khawatir Menteri Tidak Fokus Bekerja

MINGGU, 22 DESEMBER 2013 | 19:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jelang berakhirnya Pemerintahan SBY-Boediono yang tinggal beberapa bulan lagi, kekhawatiran publik terhadap kinerja pemerintahan justru semakin meningkat. Publik kebanyakan khawatir bahwa pemerintahan tidak akan berjalan optimal mengurusi rakyat karena sibuk mengurusi kepentingan partai masing-masing menghadapi pemilihan legislatif maupun eksekutif.

Demikian salah satu temuan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) mengenai keyakinan publik terhadap pemerintahan menjelang tahun baru 2014. Survei ini dilakukan melalui quick poll  pada tanggal 18-19 Desember 2013. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden dan margin of error sebesar kurang-lebih 2,9 persen. Survei dilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia.

Peneliti LSI, Fitri Hari, memaparkan 77.42 persen responden khawatir bahwa para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II tidak akan fokus bekerja karena harus membantu partai dan sibuk maju sebagai caleg dalam Pemilu 2014 nanti.


"Publik yang yakin para menteri masih tetap fokus menjalankan tugasnya hanya sebesar 19.35 persen," kata Fitri saat jumpa pers rilis hasil survei bertajuk "Publik Khawatir Pemerintahan Lumpuh Tidak Akan Berjalan Baik pada Pemilu 2014" di kantor LSI, Jalan Pemuda No 70, Jakarta Timur, Minggu (22/12).

Seperti diketahui ada 16 menteri atau kurang lebih 50 persen dari menteri-menteri KIB II berasal dari partai politik. Adapun menteri yang tercatat sebagai caleg dalam Pemilu 2014 nanti ada 10 orang. Mereka adalah lima menteri menjadi caleg Partai Demokrat (Syarif Hasan, Jero Wacik, Syarifuddin Hasan, EE. Mangindaan, dan Roy Suryo), dua menteri dari PKS (Tifatul Sembiring dan Suswono), dua menteri dari PKB (Helmy Faishal Zaini dan Muhaimin Iskandar), dan satu menteri dari PAN (Zulkifli Hasan).

Faktor apa sajakah yang menyebabkan munculnya kekhawatiran publik pemerintahan akan lumpuh di 2014? Dari hasil FGD dan indepth interview yang dilakukan LSI, ada tiga jawaban yang bisa menjelaskan. Pertama, sisi buruk pemerintahan koalisi, di setiap tahun menjelang pemilu nasional, partai yang ikut berkoalisi pun mulai bersaing. Kedua, ketidaktegasan SBY sebagai kepala pemerintahan. Ketiga, lemahnya etik pemerintahan. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya