Berita

rachmawati soekarnoputri/net

Politik

Rachmawati: Imajinasi Liar Hanung dan Ram Reduksi History Soekarno menjadi Story

MINGGU, 22 DESEMBER 2013 | 11:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Berbagai adegan tidak pantas dan tidak faktual pada film Soekarno adalah fantasi dan imajinasi liar sang sutradara Hanung Bramantyo.

Fantasi dan imajinasi liar itu tidak akan terjadi bila Ram Punjabi dan Hanung Bramantyo tidak mengkhianati perjanjian tertulis yang pernah dibuat antara Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) dengan PT Tripar Multivision Plus.

Ketua Dewan Pembina YPS Rachmawati Soekarnoputri menyesalkan penggambaran yang tidak pantas dan cenderung fitnah dalam film itu. Dia kembali mengatakan film itu tidak didasarkan pada riset historis yang matang juga dilakukan dengan serampangan.


"Hanung mereduksi history menjadi sekadar story. Ini bukan film sejarah. Ini sinetron kacangan versi layar lebar," ujar Rachmawati Soekarnoputri dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (22/12).

Rachma juga mengatakan film Soekarno adalah salah satu cara membunuh karakter Bung Karno.

"Seperti dikatakan Bung Karno: Soekarno to kill Soekarno atau menggunakan label Soekarno untuk membunuh Soekarno," kata mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu lagi.

Rachma mengatakan dirinya senang karena masih ada kalangan generasi muda yang mengetahui dan menyadari upaya melencengkan jalan sejarah seperti yang dilakukan Hanung dan Ram.

"Karena pelencengan jalan sejarah dan pembunuhan karakter Bung Karno itulah saya tadinya senang dengan Penetapan Pengadilan Niaga melarang film itu beredar sampai menunggu keputusan final mengenai hak ciptanya. Sayang sekali penetapan itu tidak dipatuhi dan tidak ada eksekusi yang konkret," ujarnya lagi.

Hal ini merupakan recht vacum, katanya, dan preseden buruk bagi penegakan hukum di Indonesia. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya