Ahrar al-Sham tidak akan ikut terlibat dalam setiap kesepakatan yang akan dibentuk dalam konferensi damai Suriah di Jenewa, Swiss, yang akan digelar pada 22 Januai 2014 mendatang.
Hal tersebut disampaikan pemimpin kelompok pemberontak tersebut, Hassan Aboud kepada al- Jazeera dalam sebuah wawancara di sebuah tempat yang dirahasiakan di Suriah seperti dilansir pada Sabtu (21/12).
Dalam wawancara tersebut, Aboud menegaskan bahwa kelompoknya tidak akan mengambil bagian dalam pembicaraan damai Jenewa.
"Sejauh yang kita perhatikan, kita akan melanjutkan revolusi hingga mengembalikan hak dan martabat kita," jelas Aboud.
Sementara itu, mengomentari tentang sebagian kelompok oposisi Suriah lainnya yang telah setuju untuk mengambil bagian dalam pembicaraan damai Jenewa, Aboud menyebut bahwa kelompok-kelompok pemberontak tersebut tidak lagi memiliki pengaruh di Suriah.
Ahrar al-Sham adalah kelompok pemberontak bersenjata yang memiliki sekitar 20 ribu pasukan.
Pembicaraan damai Jenewa merupakan rangkaian dari proses perdamaian di Suriah yang telah mengalami konflik bersenjata sejak Maret 2011 lalu. Pemerintah Bashar al-Assad setuju dengan usulan yang diinisiasi oleh Rusia dan Amerika untuk mengakhiri konflik dan membawa permasalahan dalam meja perundingan.
Setelah dilakukan pengamanan senjata kimia di Suriah oleh masyarakat internasional, PBB dan sejumlah negara berupaya membawa kelompok oposisi dan pemerintah ke meja perundingan damai dalam konferensi Jenewa yang direncanakan akan digelar pada Januari 2014 mendatang.
Pihak pemerintah telah setuju untuk ikut dalam perundingan, namun kelompok oposisi mengalami perpecahan. Sebagian pihak ada yang sepakat ikut perundingan, sementara sebagian lainnya menolak terlibat dalam perundingan.
Sementara utusan perdamaian PBB untuk Suriah, Lakhdar Brahimi, ketika berbicara pada konferensi pers di Jenewa pada Jumat (19/12) lalu, menyebut bahwa ada 26 negara yang akan diundang dalam pembicaraan damai Jenewa, Namun ia belum membeberkan negara apa saja yang akan diundang.
Brahimi juga belum menegaskan apakah Iran akan turut diundang atau tidak. Ia menyebut bahwa apakah Iran akan ikut diundang atau tidak masih merupakan perdebatan antara PBB dan Amerika Serikat.
"Pada Iran kita belum sepakat. Bukan rahasia lagi bahwa kami di PBB menyambut baik partisipasi Iran, tapi mitra kami di Amerika Serikat masih belum yakin bahwa partisipasi Iran merupakan hal yang benar," katanya setelah melakukan pembicaraan dengan para pejabat Amerika Serikat dan Rusia.
[zul]