Berita

Jerih Payah Pahlawan Devisa Kurang Diapresiasi

JUMAT, 20 DESEMBER 2013 | 21:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Lemahnya perlindungan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang jumlahnya kini hampir satu persen total penduduk Indonesia kembali disorot.

"Sekian puluh tahun tidak ada infrastuktur disiapkan untuk mendampingi TKI," ujar akademisi Unibraw, Haris El-Mahdi, saat menjadi pembicara dalam diskusi bertema "Memperjuangkan Perlindungan dan Legalitas Buruh Migran" di Balai Desa Balearjo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jumat (20/12).

Diskusi diadakan Gita Indonesia yang merupakan organ strategis yang disokong oleh Gita Wirjawan,tokoh nasional yang "concern" pada upaya perbaikan kehidupan masyarakat banyak. Diskusi juga menghadirkan Ketua Paguyuban Jinggo Putri Mutmainah sebagai narasumber.


Berdasarkan daata Migrant Care, jumlah TKI saat ini mencapai 6,5 juta orang. Data tahun 2013 menunjukkan, hingga Oktober kontribusi TKI melalui remitansi atau pengiriman uang ke dalam negeri tak kurang dari Rp 7,3 triliun. Namun sayangnya, sumbangsih besar dan gelar pahlawan yang disematkan pada para TKI belum sepadan dengan apresiasi yang mereka terima.

Kondisi tersebut membuat Gita Indonesia prihatin. Bagaimana tidak, jumlah RKI tak kurang dari satu persen total penduduk Indonesia, triliunan rupiah masuk ke dalam negeri setiap tahunnya tapi perlindungan terhadap mereka sebagai buah jerih payah mereka di negeri orang tidak juga bisa dirasakan. Jurubicara Gita Indonesia, Intan Selni menjelaskan, diskusi ini merupakan upaya Gita Indonesia untuk mengangkat persoalan-persoalan lokal ke level nasional.

"Desa Balearjo merupakan salah satu wilayah penyumbang TKI terbesar dari Kabupaten Malang. Karena itu warga Balearjo merupakan pemangku kepentingan perlindungan dan perhatian pemerintah pada TKI," kata Selni.

Selni menilai diskusi yang diadakan sangat kontekstual karena berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat lokal. Selain itu, tema yang dipilih sangat aktual, sehubungan dengan peringatan Hari Buruh Migran Sedunia yang diperingati setiap tanggal 18 Desember.

Kegiatan di Malang merupakan bagian dari serial tur diskusi lintas Nusantara yang digelar Gita Indonesia. Malang menjadi kota ketiga, setelah sebelumnya tur Gita Indonesia menyinggahi Yogyakarta dan Palangkaraya.[dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya