Berita

Politik

Hanung Bramantyo: Film Soekarno Tidak Ahistoris

JUMAT, 20 DESEMBER 2013 | 22:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Film Soekarno sudah dibuat sesuai dengan fakta dan sejarah. Sebagai film bergenre bioptik, Hanung Bramantyo selaku sutradara dan tim, telah melakukan riset mendalam mengenai sosok dan perjalanan hidup Soekarno sebelum menampilkannya dalam layar kaca.

"Film ini tidak ahistoris, malah kita risetnya lebih dalam, membaca sejarah-sejarah Soekarno, dan menggali informasi dari orang-orang yang tahu tentang Soekarno," kata Hanung ketika berkunjung ke redaksi Rakyat Merdeka Online, Gedung Graha Pena lantai 9, Jakarta (Jumat, 20/12).

Sineas muda itu mengatakan, tentu tidak mungkin mengangkat sosok Soekarno dari lahir sampai meninggal secara utuh dalam satu film karena ada batasan durasi. Hanung sempat bingung periode perjalanan Soekarno yang mana yang mau diangkat. Memecah kebingungan itu, Hanung membentuk forum group discussion (FGD) yang diisi sejumlah sejarahwan dan periset untuk mendapat gambaran.


FGD sendiri diadakan di Hotel Novotel Bogor. Sejarahwan yang dilibatkan bukan hanya yang berpandangan pro dengan Soekarno, tetapi juga dengan yang berseberangan. FGD juga dibentuk agar sosok Soekarno yang ditampilkan dalam film tidak melebar kemana-mana.

Hanung menyebut tudingan pelecehan karena ada adegan Soekarno merangkul Fatmawati dalam film sangat berlebihan. Dan ada banyak tudingan lain yang menurutnya justru didasarkan atas penggambaran dalam film tapi tidak ditempatkan pada konteksnya. Konteks penggambaran Soekarno merangkul Fatmawati, katanya, adalah bukan sedang berpacaran.

"Itu konteksnya Soekarno sebagai guru dan Fatmawati sebagai seorang murid. Kan wajar kalau guru merangkul muridnya," kata Hanung sambil mengangkat tangannya memeragakan.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya