Berita

SBY/net

Mantan PM Jepang Sanjung Kinerja SBY di Bidang Ekonomi

JUMAT, 20 DESEMBER 2013 | 14:50 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Mantan Perdana Menteri (PM) Jepang Yasuo Fukuda memuji kinerja pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selama sembilan tahun ini, terutama di bidang ekonomi.

"Menurut Pak Fukuda, tidak ada negara lain yang demokratis sebesar Indonesia bisa mencapai percepatan perekonomian sebesar itu," kata Jurubicara Presiden Julian Aldrin Pasha sesuai pertemuan PM Yasuo Fukuda dengan Presiden SBY di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/12).

Julian menambahkan, Fukuda menyampaikan apresiasinya selaku pribadi dan juga dari komunitas pebisnis Jepang. Fukuda saat ini adalah Ketua Japan-Indonesia Association (Japinda).


Pertemuan di Istana Bogor ini merupakan lanjutan dari pertemuan di Tokyo, Jepang saat Presiden SBY berkunjung ke Jepang, pekan lalu. Saat itu, Presiden SBY bertemu Fukuda bersama sejumlah CEO perusahaan terkemuka Negeri Sakura. Dalam pertemuan di Tokyo tersebut sejumlah CEO berkomitmen untuk meningkatkan investasi mereka di Indonesia.

Julian mengatakan, Fukuda teringat ketika pelantikan Presiden SBY sebagai Presiden tahun 2004. Saat itu, pendapatan per kapita Indonesia baru sekitar 1.000 dollar AS. Sekarang telah mencapai 4.000 dollar AS per kapita.

"Jadi berarti empat kali lipat dalam sembilan tahun kepemimpinan Presiden SBY. Ini sesuatu yang tidak biasa atau bisa dikatakan luar biasa menurut Pak Fukuda," ujar Julian.

Presiden SBY menjelaskan bahwa apa yang dicapai Indonesia saat ini, termasuk konsumsi domestik yang kian meningkat, memberikan potensi atau peluang peningkatan kerja sama ekonomi dengan Jepang di masa yang akan datang.

Julian menambahkan, Fukuda berharap agar pebisnis Jepang memperoleh kesempatan lebih untuk melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia. Enam perusahaan raksasa Jepang telah berkomitmen kuat untuk berinvestasi di Indonesia.

"Jepang menjadi mitra atau negara yang berinvestasi terbesar di Indonesia sejak September 2013. Komunitas Pebisnis Jepang berharap untuk peningkatan kerja sama di bidang perekonomian dan bidang-bidang lainnya," jelas Julian.

Seperti dikutip dari situs Sekretariat Kabinet RI, perusahaan besar di Jepang berkomitmen untuk menanamkan investasi di Indonesia di sektor infrastruktur, pangan, pendidikan, kesehatan, dan sektor lain. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya