ilustrasi/net
ilustrasi/net
"Masih banyak kasus konflik pertanahan yang belum selesai seperti yang dijanjikan. Ini bukti kiinerja BPN sebagai pengguna uang Negara masih jauh dari sempurna,"ujar Ketua Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Junisab Akbar, kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 18/12).
BPN menargetkan selama tahun 2013 ini akan menyelesaikan 82 kasus prioritas konflik dan sengketa pertanahan. Namun, tidak seluruh kasus yang ditargetkan tersebut bisa dipenuhi BPN. Dikatakan Junisab, BPN belum bisa menuntaskan kasus pertanahan adalah bukti bahwa BPN tidak bisa dengan gagah berani menegakkan kewenangannya, sekalipun penuntasan sengketa tanah diperintahkan Komisi II DPR.
Populer
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51
UPDATE
Minggu, 05 April 2026 | 01:55
Minggu, 05 April 2026 | 01:32
Minggu, 05 April 2026 | 01:10
Minggu, 05 April 2026 | 00:52
Minggu, 05 April 2026 | 00:32
Minggu, 05 April 2026 | 00:12
Sabtu, 04 April 2026 | 23:57
Sabtu, 04 April 2026 | 23:32
Sabtu, 04 April 2026 | 23:11
Sabtu, 04 April 2026 | 22:42