Berita

ratu atut/rm

Pendukung Atut Diimbau Tak Bertindak Melawan Hukum

SELASA, 17 DESEMBER 2013 | 21:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Banten Care Institute (BCI) mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka diapresiasi. KPK menetapkan Atut sebagai tersangka dalam dua kasus sekaligus, kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Lebak di Mahkamah Konstitusi, dan korupsi pengadaan alat kesehatan di Banten.

"KPK harus menelusuri asal usul uang suap Rp 1 miliar ke Akil Mochtar. Penelusuran penting dilakukan untuk melihat keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus ini selain Ratu Atut," kata Direktur Eksekutif BCI, Heriyono, dalam pesan elektroniknya (Selasa, 17/12).

Heriyono juga mengimbau masyarakat Banten, khususnya pihak-pihak yang pro Ratu Atut dan keluarga, tidak melakukan tindakan provokasi yang bisa menimbulkan perbuatan melawan hukum, yang pada akhirnya merugikan pihak keluarga besar Ratu Atut sendiri. Masyarakat pro keluaga besar Ratu Atut harus percaya bahwa apa yang dilakukan KPK semata demi penegakan supremasi hukum di Provinsi Banten.


Dalam catatan Heriyono, jika KPK meningkatkan status Ratu Atut dari tersangka menjadi terdakwa, maka untuk kali kedua Banten memiliki gubernur yang terlibat kasus tindak pidana korupsi. Sebelumnya, Djoko Munandar diberhentikan menjadi gubernur Banten pada Oktober 2005 karena menjadi terlibat kasus korupsi dana perumahan anggota DPRD Banten. Sementara Ratu Atut yang saat itu menjadi wakil Djoko Munandar, diangkat menjadi Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Banten.
 
"Pascalengsernya Djoko Munandar, dari sanalah kekuasan Ratu Atut Chosiyah mulai muncul," demikian Heriyono.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya