Berita

cak ali/rm

Politik

Inilah Prediksi Cak Ali Soal Pemenang Pilpres 2014

SELASA, 17 DESEMBER 2013 | 17:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Peserta Konvensi Capres Demokrat Ali Masykur Musa punya prediksi tersendiri mengenai siapa yang bakal menjadi pemenang di pilpres nanti. Menurutnya, yang bakal terpilih adalah calon yang bisa memadukan antara Jawa dan non-Jawa.

"Feeling saya, pasangan yang menang nanti adalah yang memiliki perpaduan. Kalau Jawa semua, sulit," ujar anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ini dalam diskusi di ruang pers DPR, Jakarta (Selasa, 17/12).

Menurut Cak Ali, sapaan Ali Masykur, dalam politik harus ada keterwakilan. Sebab, prinsip dasar politik adalah representatif. Indonesia, lanjutnya, adalah bangsa yang sangat plural. Makanya, tidak boleh yang memimpin Indonesia hanya berasal dari satu etnik tertentu.


"Untuk mempersatukan Indonesia, tentu harus menyempurnakan dari aspek etniknya. Meng-generalisir Indonesia dalam satu etnik tidak boleh. Maka, yang baik harus memadukan etnik itu," lanjut Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ini.

Perpaduan etnik tersebut, sebut AMM, sudah dilakukan oleh pendiri bangsa. Saat naik menjadi presiden, Soekarno memilih berduet dengan Muhammad Hatta. Soekarno dari Jawa, Hatta dari Sumatera.

"Bung Karno sudah memerhatikan perpaduan ini. Soekarno-Hatta bahkan menjadi dwi tunggal," ucapnya.

Saat ini, tambahnya, di Jawa banyak orang pintar. Di luar Jawa juga sangat banyak. Jadi, tinggal semangat untuk menyatukan saja. Dalam kesempatan itu, AMM juga menekankan pentingnya mencari pemimpin ke depan yang mau membangun pluralisme di Indonesia. Yaitu pemimpin yang tidak hanya mengakui pluralisme dari segi faktual dan ideologis, tapi dalam tataran kebijakan praktis juga harus pluralis.

"Apakah Indoensia dengan APBN yang mencapai Rp 1.700 triliun itu sudah terdistribusi dan mampu mengangkat masyarakat di Indonesia timur. Pluralis itu tidak hanya mengangkat faktual dan ideologi, tadi harus operasional. Transfer ke daerah dalam konteks APBN kita sekarang masih sangat kurang," jelasnya.

Jika hal ini terus dibiarkan, dia khawatir Indonesia ke depan akan bercerai-berai. "Ketidakadilan dalam ekonomi akan menjadi bom waktu bagi bisa menghancurkan bangsa ini," tandasnya.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya